Suaranusantara.com- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya mulai memperkuat kolaborasi pengawasan melalui integrasi sistem kamera pengawas atau CCTV. Langkah ini dilakukan agar pemantauan keamanan dan pelayanan publik di Ibu Kota berjalan lebih efektif.
Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jumlah CCTV yang saat ini berada dalam pengelolaan Polda Metro Jaya.
“Saya mendapatkan laporan di Polda Metro Jaya sekarang ini mengelola CCTV kurang lebih 3.362 CCTV,” kata Pramono.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebut jumlah kamera pengawas yang tersebar di Jakarta sebenarnya sudah cukup besar.
Meski demikian, menurut dia, efektivitas pengawasan belum maksimal karena pengelolaannya masih terpecah di berbagai instansi.
Dalam penjelasannya, Asep mengatakan keberadaan CCTV saat ini tersebar di sejumlah fasilitas dan lembaga.
“Ada yang dikelola oleh perangkat daerah, BUMD, fasilitas publik, transportasi, hingga bangunan setiap-setiap gedung perkantoran,” jelas Asep.
Ia menilai banyaknya perangkat pengawas tidak otomatis meningkatkan efektivitas jika sistem yang digunakan masih berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, integrasi dinilai menjadi langkah penting agar pemanfaatan CCTV di Jakarta bisa lebih optimal.


















Discussion about this post