
Jakarta-SuaraNusantara
Praka Yudha Prihartanto, prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, yang sebelumnya disebut tewas bunuh diri ternyata dihabisi oleh tiga perwira remaja lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2012, 2014 dan 2016.
Hal itu dilansir akun instagram @thenewbikingregetan. Dalam akun itu disebutkan, Praka Yudha dihabisi dengan menggunakan sangkur di Markas Yonko 464 Paskhas di Komplek Lanud Abd Saleh, Pakis, Malang, Kamis (11/5/2017) lalu.
Praka Yudha tidak bunuh diri! Tetapi mati karena disiksa dan ditusuk sangkur dibagian leher,” tulis @thenewbikingregetan.
Dalam postingan itu ditampilkan pula foto tiga orang yang diduga sebagai tersangkanya. “Dan Inilah photo 3 tersangka yang lagi diinterogasi,” sambung thenewbikingregetan.
Ketiga perwira yang diduga menghilangkan nyawa Praka Yudha adalah Lettu MP, Letda AJ, dan Letda IH. Ketiganya saat ini disebutkan sedang diperiksa oleh Polisi Militer Angkutan Udara (POMAU).
Namun berita dari akun instagram @thenewbikingregetan yang sudah dibaca dan dikomentari oleh ribuan netizen itu dibantah pihak TNI AU. Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya mengatakan, kabar tersebut adalah hoax atau bohong.
Sebab, menurutnya, dalam foto yang diunggah tersebut, orang yang memeriksa tiga anggota TNI AU yang diduga membunuh itu berseragam Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL).
“Yang melakukan penyelidikan kan POM TNI AU, masa ini di IG (instagram) POM AL,” tegas Jemi saat dihubungi, Selasa (16/5/2017), dikutip dari Jawa Pos.
Karenanya, Jemi menduga akun instagram @thenewbikingregetan sengaja ingin menyudutkan TNI AU, bahwa kasus kematian Praka Yudha bukan karena bunuh diri. Dia memastikan saat ini kasus tewasnya Praka Yudha masih dalam penyelidikan POM AU.
“Kasau sudah memerintahkan Danpuspomau untuk melakukan proses penyelidikan. Kami akan tindak tegas para perwira apabila terbukti bersalah sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Jemi.
Penulis: Yon

















