Suaranusantara.com- Kuasa hukum Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi, Rivai Kusumanegara merespon terkait pidato Presiden ke 5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyinggung polemik ijazah.
Padahal dalam pidato acara peluncuran buku ‘Pengantar Pemahaman Konsepsi Dasar Sekitar Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)’ di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu 14 Mei 2025, Megawati sama sekali tak menyebutkan nama yang terlibat dalam polemik ijazah.
Megawati malah menyarankan agar pihak yang terlibat polemik ijazah untuk memperlihatkan daripada ujung-ujungnya ribut.
“Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, bener opo enggak? Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja, ‘ini ijazah saya’ gitu loh,” kata Megawati dalam pidato sambutan acara
Rivai mengatakan bahwa apa yang dikatakan Megawati itu tak sesimpel itu. Sebab, terkait ijazah yang melibatkan kliennya itu sudah dipolitisir.
“Persoalan ini tidak sesimpel yang dipahami, namun sudah dipolitisir dan bertujuan menjatuhkan klien kami,” kata Rivai kepada wartawan, Kamis 15 Mei 2024.
Rivai menyebutkan pihaknya telah menyerahkan proses tersebut kepada penegak hukum. Dia mengatakan saat ini Jokowi tak bisa langsung membuka ijazah tersebut, lantaran telah diserahkan ke Bareskrim Polri.
“Untuk itu, agar tidak membuat gaduh maka kami serahkan pada proses hukum dan kemarin juga ijazah aslinya sudah diserahkan pada Bareskrim,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rivai mengatakan sejak awal pihaknya telah menduga jika permintaan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) agar Jokowi membuka ijazahnya bukan untuk menguji kebenaran. Namun, kata dia, mereka berniat untuk memojokkan dan mendiskreditkan.
“Dugaan mana terbukti, di mana UGM melalui Rektor dan Dekannya sudah menunjukkan copynya dan menjelaskan jika ijazah tersebut sah. Namun yang terjadi mereka mempermasalahkan font (huruf) dan fotonya, sehingga dugaan kami benar adanya,” tuturnya.


















Discussion about this post