Suaranusantara.com- Pakar Telematika yang juga mantan Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Roy Suryo kembali membuat pernyataan terkait ijazah Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji laboratorium forensik (labfor) ijazah Jokowi terbukti identik dengan pembanding. Itu artinya ijazah Jokowi terbukti asli.
Berdasarkan hasil itulah, Bareskrim Polri menyatakan bahwa ijazah Jokowi tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana
“Hasil penyelidikan ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum dengan hasil tak ditemukan adanya tindak pidana,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro pada Kamis 22 Mei 2025.
Roy Suryo pun berdasarkan hasil penyelidikannya menyatakan bahwa 99,9 persen ijazah Jokowi dengan pembanding tidak identik.
Hal itu disampaikan Roy saat hadir sebagai narasumber dalam acara di salah satu program stasiun tv swasta, Rakyat Bersuara bertajuk “Gelar Perkara Terbuka Ijazah Terbuka, Bisa?” Selasa 3 Juni 2025.
Dalam acara itu, Roy menampilkan tiga dokumen ijazah pembanding yakni ijazah nomor 1115 milik Sri Murtiningsih, 1116 milik Hari Mulyono, dan 1117 milik Frono Jiwo.
“Tiga ijazah ini, Mas Aiman dan semua pemirsa Rakyat Bersuara, inilah yang disebut identik. Kenapa identik? Kita perhatikan. Huruf Z-nya (pada kata ijazah) masing-masing masuk pada bagian yang sama. Kemudian huruf A pada sarjana, ini juga masuk dalam logo-nya, logo UGM, ini masuk semua,” ujar Roy saat sambil menampilkan ijazah pembanding, Selasa 3 Juni 2025.
Roy kemudian membandingkan ijazah Jokowi yang ditampilkan saat konfrensi pers Dittipidum Bareskrim Polri pada 22 Mei 2025. Dia mengungkapkan keganjilan ijazah Jokowi dengan ijazah pembanding, salah satunya font huruf Z pada kata ijazah.
“Lihat baik-baik huruf Z-nya. Apakah terdapat perbedaan huruf Z di atas dengan Z di bawah? Kalau mata elang, mata percetakan, pasti langsung beda, Z-nya saja, fontnya sedikit berbeda. Dan masuknya ke logo, itu pun berbeda,” jelasnya.
“Dan yang paling jelas lagi adalah huruf A pada sarjana. Pada sarjana, huruf A ini masuk pada logo (UGM). Huruf A ini masuk pada logo. Huruf A pada ijazah 1120, yang di situ tertulis Joko Widodo, itu keluar dari logo, huruf A-nya keluar. Jadi kalau ditunjuk ini akan kelihatan banget,” sambungnya.
Roy pun menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi tak identik dengan dokumen pembanding.
“Dengan demikian, ini bisa dipastikan, 99,9 persen ijazah 1120 itu dicetak tidak pada waktu yang sama dengan 1115, 1116, 1117. Artinya, tidak dikeluarkan pada saat yang sama. Artinya, tiga ijazah di bawah ini identik. Ijazah 1120 tidak identik,” ujar Roy.
Roy pun menyatakan bersedia untuk melakukan uji kevalidan ijazah Jokowi secara bersama.
“Jadi makanya ini sekaligus mematahkan statement daripada Mabes Polri kemarin. Dan saya siap Mas Aiman. Andai kata Mabes Polri keberatan, Oke, ayo kita uji bersama. Kita uji bersama. Ini demi pengetahuan, demi keterbukaan,” tambahnya.


















Discussion about this post