Suaranusantara.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menggunakan anggaran jumbonya yang mencapai Rp217,86 triliun itu dengan tepat sasaran.
Ia tak ingin anggaran yang diterima BGN untuk program unggulan Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dialirkan ke program yang tak jelas.
Nurhadi pun menyinggung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook senilai Rp 9,9 triliun untuk digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019-2022 yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung.
“Anggaran BGN harus tepat sasaran, agar jangan sampai ada lagi terjadi seperti kasus korupsi pengadaan laptop yang menyentuh di angka Rp 10 triliun. Bila ini terjadi berulang, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan menurun. Ujungnya, pertumbuhan ekonomi akan stagnan,” kata Nurhadi, Kamis (12/6/2025).
Selain itu, dia juga mengingatkan kepada BGN untuk transparan dan akuntabel dalam penyerapan anggaran tersebut.
“Kalau terealisasi Rp 217 miliar, berarti BGN harus menerapkan sistem yang lebih ketat dan baik,” tuturnya
Diketahui, Pemerintah sudah mulai menyusun kebutuhan anggaran 98 kementerian dan lembaga (K/L) yang akan melakukan belanja pada tahun depan.
Hal itu terungkap dalam dokumen Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026.
Dalam dokumen itu, terdapat perubahan urutan dalam daftar 10 K/L dengan anggaran terbesar. Adapun posisi teratas dengan anggaran paling jumbo ditempati BGN yakni Rp 217,86 triliun, menggeser posisi Kementerian Pertahanan dengan anggaran terbesar di tahun 2025 lalu.


















Discussion about this post