Suaranusantara.com- Roy Suryo selaku pakar telematika mendesak Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi untuk segera mencabut pernyataan bahwa Kasmudjo adalah dosen pembimbing skripsinya selama mengenyam pendidikan di bangku kuliah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
“Berdasarkan wawancara Rismon Sianipar sudah ditegaskan bahwa Pak Kasmudji bukan dospem juga bukan dosen akademik,” ujar Khozinudin saat jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, dilansir Rabu 18 Juni 2025.
Apabila Jokowi tidak menarik pernyataan itu dari waktu yang ditentukan 3×24 jam, maka pihak Roy Suryo akan mengambil langkah hukum.
“Apabila 3×24 jam Sdr Joko Widodo tidak segera mencabit pernyataannya itu, maka kami akan mempertimbangkan untuk mengabil langkah hukum lebih lanjut agar ditegakan hukum di negeri ini secara adil,” terangnya
Khozinudin mengatakan, rakyat biasa yang mengeluarkan informasi sesat bisa langsung ditangkap. Ia pun menjelaskan, laporannya itu untuk membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara hukum.
“Kita akan buktikan bahwa negara ini adalah negar hukum, tidak pandang bulu, semua kedudukannya dihadapan hukum adalah sama,” tegas Khozinudin.
Khozinudin pun mendesak kembali Jokowi agar membatalkan pernyataannya itu yang menyebut Kasmudjo sebagai dosen pembimbing skripsi dalam waktu yang ditentukan.
Tindakan ini dilakukan lantaran dinilai Jokowi telah berbohong.
“Tetapi bila saudara Joko Widodo dalam 3×24 jam segera menganulir pernyataannya, maka tindakan kami akan menjadikan itu sebagai bukti bahwa Saudara Joko widodo memang berbohong sehingga layak masyarakat mempertanyakan keabsahan ijazahnya,” pungkasnya.
Adapun sebelumnya, fakta terbaru terungkap usai Rismon Sianipar menemui Kasmudjo langsung di rumah pria yang merupakan pengajar di UGM itu tang beralamat di Pogung Kidul, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DIY.
Dilansir dari Kanal YouTube Sentana TV, Rismon tampak bertemu dengan Kasmudjo. Pada pertemuan tersebut, Rismon meminta untuk bertamu sebentar.
“Permisi, pak. Kenalkan saya Rismon Sianipar. Sehat-sehat pak ya,” ucap Rismon.
Rismon lantas meminta izin untuk bertamu sebentar. “Bisa kita bertamu sebentar,” ucapnya.
Namun, permintaan itu tidak disanggupi Kasmudjo.
“Sudah ketentuan, tidak bisa,” kata Kasmudjo dengan wajah tertutup masker putih dan terdapat dua perban menempel di pipi kanannya.
Rismon lantas menjelaskan maksud kedatangannya untuk menanyakan terkait pengakuan Jokowi bahwa Kasmudjo adalah pembimbing skripsinya.
“Pembimbing skripsi umurnya harus di atas 50 tahun,” ucap Kasmudjo.
Rismon lantas kembali menanyakan cerita Jokowi pada 2017 yang menyebut Kasmudjo adalah dosen pembimbingnya.
“Itu yang salah. Saya baru 3B tidak bisa bimbing (mahasiswa),” jawab Kasmudjo.
Tidak, tidak bisa. Semua urusan tidak boleh di rumah harus di fakultas atau di kampus UGM. Maaf ya,” kata Kasmudjo.
Rismon lantas kembali menekankan bahwa Kasmudjo bukan pembimbing skripsi maupun pembimbing akademik Jokowi.
“Jelas bukan. Sudah, bukan (pembimbing skripsi ataupun pembimbing akademik). Saya masih asisten dosen waktu itu,” jawab Kasmudjo.
Dia kemudian menutup pintu seraya meminta maaf ke Rismon dan beberapa temannya. “Maaf, maaf ndak bisa ya,” ucapnya.
Rismon pun kembali mengorek kebenaran soal Kasmudjo dengan menanyakan ke ibu paruh baya di warung.
“Salah, itu salah. Ndak pembimbing akademik,” ucap ibu paruh baya berkerudung merah hati.


















Discussion about this post