Suaranusantara.com- Pendidikan tak lagi jadi hal yang mahal. Program Sekolah Rakyat mulai berjalan, menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapat pendidikan setara tanpa biaya sepeser pun.
Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, berdasarkan data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah ini berbasis asrama (boarding school) dan memberikan pendidikan gratis 100 persen untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Fleksibel dan Personal
Berbeda dari sekolah biasa, Sekolah Rakyat memakai pendekatan pembelajaran personal (individual approach) dengan sistem multi-entry dan multi-exit. Artinya, siswa bisa masuk kapan pun tanpa harus tunggu tahun ajaran baru dan boleh lulus kapan pun sesuai perkembangan belajar masing-masing.
Meski sistemnya fleksibel, kurikulum yang digunakan tetap Kurikulum Nasional, dan ijazahnya diakui setara dengan sekolah umum.
Jumlah dan Lokasi Sekolah Rakyat
Pada tahap awal tahun ini, pemerintah menargetkan 100 lokasi Sekolah Rakyat mulai beroperasi. Rinciannya:
63 sekolah mulai aktif hari ini
37 sekolah lainnya menyusul akhir bulan Juli
Distribusinya sebagai berikut:
Pulau Jawa: 48 lokasi
Sumatra: 22 lokasi
Sulawesi: 15 lokasi
Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Maluku: masing-masing 4 lokasi
Papua: 3 lokasi
Total daya tampung di tahap pertama mencapai 9.755 siswa.
Sumber Pendanaan
100 sekolah pertama didanai dari APBN dan dibangun lewat Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU)
100 sekolah lainnya akan dibangun dengan dukungan swasta dan kerja sama dari Kementerian Sekretariat Negara serta Kementerian BUMN


















Discussion about this post