Suaranusantara.com- Beras oplosan kini tengah menghantui masyarakat Indonesia. Terlebih, beras oplosan yang beredar dikemas premium dan beredar dijual di toko retail modern.
Namun, siapa sangka Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri berhasil mengungkap praktik curang produsen terhadap beras-beras yang dipasarkan.
Di mana dari hasil pemeriksaan, terdapat sebanyak beras dengan merek ternama yang beredar luas di pasaran merupakan oplosan.
Dari hasil investigasi, ada banyak pelanggaran yang dilakukan terhadap beras-beras yang beredar di pasaran, dikemas secara premium namun mutu dan kualitas hingga takaran tidak sesuai.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkap ada sebanyak 212 merek beras yang diduga oplosan dan akan segera diungkap ke publik secara bertahap.
Selain itu, dalam konferensi persnya berdasarkan hasil investigasi bersama Satgas Pangan Polri, ada beberapa merek beras ternama yang ternyata oplosan, di antaranya:
1. Sania, Sovia, Fortune, dan Siip – diproduksi oleh Wilmar Group.
2. Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Setra Pulen – milik Food Station Tjipinang Jaya.
3. Raja Platinum, Raja Ultima – milik PT Belitang Panen Raya.
4. Ayana – diproduksi oleh PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).
Polisi pun masih melakukan pemeriksaan terhadap produsen beras-beras di atas. Pihaknya juga telah memanggil para produsen beras tersebut guna diminta keterangan.
Lalu, pihaknya akan segera merilis 212 merek beras oplosan ke hadapan publik apabila semua pemeriksaan sudah dilakukan secara menyeluruh.
Untuk itu, polisi meminta agar masyarakat bersabar sebentar terkait peluncuran 212 merek beras oplosan.
“Sabar dulu ya, masih BAP (berita acara pemeriksaan),” kata Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Helfi Assegaf, Senin, 14 Juli 2025.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut Helfi belum mau membeberkan rinci. Menurutnya, penyidik masih fokus pendalaman.
“Penyidik kan nggak boleh bicara asumsi, harus sesuai fakta,” ujar jenderal polisi bintang satu itu.
Meski demikian, Helfi memastikan akan menyampaikan lengkap dalam konferensi pers. Ia menyebut Polri akan menggelar rilis dalam waktu dekat. “InsyaAllah segera di rilis,” ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri itu.


















Discussion about this post