Suaranusantara.com- Empat orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sintetis, diamankan petugas polisi dari Polres Metro Jakarta Selatan.
Keempat terduga pelaku tersebut diamankan, setelah video viral sejumlah orang tampak diduga tengah mengonsumsi narkoba di sebuah warung kosong yang terletak di kawasan Jalan BRI Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih mengatakan, setelah menerima laporan masyarakat, petugas langsung bergerak cepat mendatangi lokasi dan mengamankan empat orang terduga pelaku.
Menurutnya, para terduga pelaku merupakan warga setempat. Hasil pemeriksaan awal, menunjukkan bahwa satu orang di antaranya dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine.
“Kami langsung menindaklanjuti laporan warga yang resah dengan aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Dari hasil pengecekan, kami amankan empat orang, satu di antaranya positif narkoba,” kata Iptu Murodih, pada Rabu (06/08/2025).
Lebih lanjut, Murodih menyebut, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas di balik kejadian tersebut.
“Mengimbau masyarakat, untuk terus melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan mereka,” ungkapnya.
Sebelumnya, warga di kawasan Jalan BRI, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tengah dilanda keresahan. Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika yang dilakukan secara terang-terangan di tengah lingkungan pemukiman warga.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak beberapa orang yang diduga kuat tengah asyik mengonsumsi narkoba di sebuah warung kosong yang berada di kawasan padat penduduk. Peristiwa tersebut diduga sudah berlangsung cukup lama.
“Sudah sering dilaporkan ke pihak kelurahan, kecamatan, bahkan ke kepolisian, tapi tidak ada tindakan,” kata Ade saat diwawancarai, pada Senin (04/08/2025).
Menurutnya, keresahan warga bertambah karena lokasi peredaran narkoba ini berada sangat dekat dengan fasilitas pendidikan seperti kampus dan sekolah.
Ade menyebut, masyarakat khawatir aktivitas ilegal tersebut dapat berdampak buruk pada generasi muda yang ada di sekitar lingkungan tersebut.
Oleh sebab itu, warga mendesak pemerintah setempat dan pihak kepolisian untuk segera bertindak tegas. Mereka berharap agar peredaran narkoba dapat diberantas hingga ke akar-akarnya dan kawasan tempat tinggal mereka kembali menjadi lingkungan yang aman dan nyaman.
“Kami minta perhatian serius dari kelurahan, kecamatan, dan aparat penegak hukum. Jangan sampai lingkungan pendidikan justru menjadi sasaran peredaran narkoba,” tegasnya.


















Discussion about this post