Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

FGD Badan Pengkajian MPR RI Bahas Langkah Strategis Atasi Depresiasi Rupiah

Drt by Drt
3 June 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Tifatul Sembiring

Tifatul Sembiring

2
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Ketua Kelompok IV Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ir. H. Tifatul Sembiring (Fraksi PKS), menekankan pentingnya pemerintah mengambil langkah konkret dan strategis untuk menghadapi gejolak ekonomi global serta domestik saat ini, khususnya nilai tukar rupiah yang semakin anjlok.

Hal tersebut disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Depresiasi Rupiah dan Ketahanan Ekonomi Nasional: Implikasi Moneter, Fiskal, dan Kesejahteraan Sosial” di Kawasan Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/6/2026).

Selain Tifatul, hadir sejumlah Anggota Badan Pengkajian H. Muhammad Nur Purnamasidi, S.Sos. (Fraksi Partai Golkar), K.H. Maman Imanul Haq dan Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. (Fraksi PKB), serta Sigit Purnomo, S.AP., S.H. (Fraksi PAN).

BACAJUGA

Kelompok III Badan Pengkajian MPR RI Bahas Ketidaksesuaian Pelaksanaan Desentralisasi, Otonomi Daerah, Pemerintahan Daerah, dan Desa

FGD Badan Pengkajian MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

Sebagai narasumber ahli, yakni Dr. Idel Eprianto, S.E., M.E., Ketua Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bhayangkara Jakarta, dan Wijayanto Samirin, MPP, ekonom Universitas Paramadina sekaligus mantan Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi periode 2014–2019.

Menurut Tifatul, situasi ekonomi Indonesia saat ini sedang berada di bawah sorotan tajam, baik oleh masyarakat domestik, akademisi, hingga investor asing. Depresiasi nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp17.700 per USD menjadi sinyal bahwa pemerintah harus sangat berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan dan pernyataan ke publik.

“Rakyat, pengamat, akademisi, negara asing, hingga investor sedang menunggu dan memperhatikan langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam menghadapi gejolak ekonomi ini. Kebijakan, sikap, serta pernyataan kita yang diumumkan di media akan memberikan pasokan informasi (feeding) bagi mereka terkait kredibilitas, soliditas, dan kapasitas ekonomi Indonesia. Ini menyangkut *trust* (kepercayaan),” ujar Tifatul.

Mengutip teori jurnalis Thomas F. Friedman, “The world is flat,” Tifatul mengingatkan bahwa dunia saat ini sudah saling terhubung, sehingga apa yang terjadi di Indonesia tidak lepas dari pengamatan global. Ia menyayangkan jika narasi pemerintah yang sampai ke masyarakat justru kerap bergeser dari substansi masalah ekonomi yang sebenarnya.

Ia juga mencontohkan bagaimana kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang bertepatan dengan Idul Adha justru memunculkan narasi viral terkait kewajiban belajar bahasa Prancis di sekolah, alih-alih membawa solusi ekonomi makro. Termasuk pernyataan yang menganggap enteng pelemahan rupiah dengan dalih masyarakat desa tidak menggunakan dolar.

“Padahal, jika melihat latar belakang konflik geopolitik saat ini perang antara Amerika Serikat dan Iran yang belum jelas ujungnya hal ini berimplikasi langsung pada harga minyak dunia yang sempat menembus angka di atas 100 USD per barel. Ini memicu krisis ekonomi global, bukan hanya di Indonesia,” jelas Tifatul.

Menanggapi hal itu, Wijayanto Samirin berpandangan bahwa anjloknya nilai tukar rupiah yang kini mendekati Rp17.700 per USD, disebabkan oleh sikap pemerintah yang cenderung menganggap enteng situasi (complacent) dan berlindung di balik narasi krisis global. Ia menganalisis, dalam enam bulan terakhir rupiah telah melemah sebesar 7,29 persen terhadap dolar AS, bahkan terdepresiasi terhadap 86 persen mata uang di dunia serta seluruh mata uang utama di Asia.

“Rupiah melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama di dunia. Terhadap dolar Australia kita melemah 15,87 persen, dengan yuan Tiongkok 11 persen, bahkan terhadap rupee India kita melemah 1,58 persen. Jadi, ini membantah narasi bahwa pelemahan ini adalah permasalahan global. Ini adalah krisis kepercayaan domestik. Masalahnya ada di kita,” tegas Wijayanto.

Ia juga menganalogikan nilai tukar mata uang seperti suhu tubuh manusia. Jika rupiah terus melemah, hal itu merupakan indikator kuat bahwa kondisi kesehatan ekonomi nasional sedang mengalami gangguan serius. Namun, ia mengkritik langkah penanganan yang selama ini hanya fokus mengobati gejala (simptom), bukan akar penyebab penyakitnya.

“Kalau rupiah sedang turun, Bank Indonesia (BI) membeli rupiah dan melepas dolar. Kalau itu terus dilakukan, devisanya lama-lama habis. Orang pusing karena COVID-19, tapi dikasih panadol terus; pusingnya hilang sesaat, tapi penyakit utamanya tidak diobati. Mengobati gejala itu tugasnya BI agar rupiah tidak volatil. Tetapi obat untuk sebab utamanya ada di tangan pemerintah, dan pemerintah belum bergerak,” ujarnya mengkritisi.

Situasi ini, kata dia, diperparah rontoknya bursa saham domestik yang anjlok hingga 28 persen dalam enam bulan terakhir di saat bursa saham negara-negara tetangga justru menguat. Akibatnya terjadi aliran modal keluar (capital outflow) dari investor asing yang mencapai Rp54 triliun.

Meskipun kondisi perbankan saat ini dinilai jauh lebih kokoh dibandingkan krisis moneter 1998, Wijayanto memperingatkan bahwa kondisi fiskal pemerintah saat ini justru jauh lebih rapuh. Pada tahun 1998, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya 23 persen, sedangkan saat ini sudah menyentuh 41 persen. Hampir 50 persen pendapatan pemerintah kini habis hanya untuk membayar pokok dan bunga utang.

“Tahun 2026 kita harus mengeluarkan Rp1.430 triliun untuk membayar bunga dan pokok utang. Bunganya saja Rp599 triliun, belum ditambah utang baru untuk membiayai defisit. Total tahun 2026 pemerintah harus menerbitkan utang Rp1.700 triliun. Ini yang membuat investor khawatir dan takut membeli surat utang kita. Akibatnya tidak ada capital inflow, dan rupiah pun melemah,” jelas Wijayanto.

Dampak dari krisis kepercayaan (trust) ini membuat lembaga keuangan internasional mengenakan premium risiko (risk premium) yang sangat tinggi untuk Indonesia, mencapai 4,39 persen. Jauh di atas Singapura (1,4 persen) atau Tiongkok (1,2 persen).

“Ketika saya diskusi dengan teman-teman di hedge fund, mereka kurang percaya terhadap data ekonomi yang kita publikasikan. Ketika investor tidak percaya dengan informasi yang kita berikan, mereka akan menganggap kita mempunyai risiko lebih,” tambahnya.

Selain itu, Wijayanto juga menepis pernyataan beberapa pejabat publik yang menyebut masyarakat di tingkat desa aman dari dampak depresiasi rupiah karena tidak bertransaksi menggunakan dolar. Menurut riset, setiap rupiah terdepresiasi 10 persen, inflasi akan terkerek naik 0,5 hingga 1 persen yang berdampak langsung pada meroketnya harga kebutuhan pokok.

“Masyarakat desa itu justru yang paling terpengaruh. Mereka tidak tahu apa-apa, tiba-tiba harga barang naik. Kita yang di kota bisa melakukan antisipasi, mereka tidak bisa. Jadi keliru kalau dikatakan mereka tidak terpengaruh,” kata Wijayanto.

Wijayanto pun merekomendasikan tiga solusi strategis. Langkah ini dimulai dari perbaikan fiskal dengan memangkas belanja masif yang tidak mendesak seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kebijakan Daerah Mitra Strategis (KDMP), hingga penundaan belanja alutsista.

Selain itu, perlu dilakukan perbaikan balance of payment dengan memperbaiki iklim usaha guna mengembalikan keyakinan investor asing, kemudian mengubah skema subsidi dari subsidi barang menjadi subsidi langsung kepada orang. Ia mengusulkan agar seluruh pos subsidi yang mencapai Rp900 triliun per tahun disatukan dalam satu atap dan disalurkan berbasis teknologi digital.

“Reformasi subsidi itu pertamanya adalah subsidi orang, bukan subsidi barang. Bukan harganya yang dimurahkan. Dengan teknologi saat ini, masyarakat miskin bisa menerima poin khusus di dompet digital mereka yang hanya bisa dibelanjakan untuk barang-barang bersubsidi. Jika ini dijalankan, minimal 30 persen kebocoran subsidi yang tidak tepat sasaran bisa langsung dipangkas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, FGD ini merumuskan beberapa rekomendasi kunci. Pertama, memperkuat sinkronisasi APBN-APBD melalui kerangka fiskal terintegrasi, pedoman teknis sinkronisasi yang operasional, serta insentif fiskal bagi daerah yang konsisten menyelaraskan programnya dengan prioritas nasional. Kedua, memperdalam pasar keuangan domestik dan memperkuat fundamental ekonomi melalui peningkatan nilai tambah ekspor, pengurangan ketergantungan impor strategis, serta pengelolaan risiko nilai tukar oleh korporasi dan BUMN melalui lindung nilai. Ketiga, memperkuat koordinasi kebijakan moneter–fiskal dan mengarahkan kebijakan perlindungan sosial secara lebih adaptif untuk meredam dampak depresiasi rupiah terhadap kelompok rentan.

Masukan dari FGD ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi MPR RI terkait penguatan sistem keuangan negara, perekonomian nasional, dan kebijakan kesejahteraan sosial yang lebih tangguh terhadap gejolak nilai tukar.

Tags: FGDFGD Badan Pengkajian MPR RIMPR RIRupiahTifatul Sembiring
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Sudaryono saat sumpah jabatan dilantik jadi Kepala BGN (Instagram @Sudaru_sudaryono)
Nasional

Kepala BGN Baru Sudaryono Klaim Tidak Punya SPPG

by Feri Spt
22 July 2026

Suaranusantara.com- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru Sudaryono usai...

LPS Lantik Sejumlah Pejabat Baru
Nasional

LPS Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Perkuat Organisasi melalui Sistem Meritokrasi yang Independen

by snc4
22 July 2026

Suaranusantara.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melantik sejumlah pejabat baru...

Sudaryono dilantik jadi Kepala BGN (Instagram @sudaru_sudaryono)

Nanik S Deyang Mundur, Prabowo Langsung Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

22 July 2026
HNW Semangati Warga Penerima Manfaat Bansos Untuk Sukses

Terinspirasi Keluarga Lamine Yamal, HNW Semangati Warga Penerima Manfaat Bansos Untuk Sukses

22 July 2026
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Kasus Kekerasan Seksual Harus Diatasi dengan Langkah Tegas

22 July 2026
Anggota DPR RI Marinus Gea dorong Indonesia miliki UU AI

Marinus Gea Usul Indonesia Segera Miliki Undang-Undang tentang AI

22 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

4 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Wakiil Ketua MPR RI Eddy Soeparno
Nasional

Eddy Soeparno Dorong Pembenahan Subsidi dan Percepatan Transisi Energi Berjalan Seiring

by snc4
22 July 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan bahwa reformasi subsidi energi tdan transisi...

Plt Setjen MPR RI Siti Fauziah

Siti Fauziah Tekankan Kesederhanaan dan Kejujuran untuk Cegah Korupsi

22 July 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Perbaiki SPMB dengan Berbasis Data Akurat untuk Atasi Krisis SDN Sepi Peminat

22 July 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi bicara soal pengangkatan Jampidsus pengganti Febrie Adriansyah (Instagram @kemensetneg.ri)

Mensesneg Bilang Prabowo Akan Segera Tandatangani Keppres Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah

22 July 2026
Presiden Prabowo saat menyematkan pangkat kepada empat taruna terbaik TNI-Polri pada Rabu 22 Juli 2026 (Instagram @polisi_indonesia)

Prabowo Anugerahi Adhi Makayasa 2026 kepada Empat Taruna Terbaik TNI-Polri, Ini Nama-namanya

22 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com