Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Prabowo Klaim Ciptakan 3,6 Juta Lapangan Kerja dan Angka Pengangguran Turun 4,76 Persen, Pengamat Bilang Tidak Menggambarkan Kondisi yang Sebenarnya

Feri Spt by Feri Spt
19 August 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Ilustrasi masyarakat tengah berburu lapangan kerja. Prabowo klaim angka pengangguran mengalami penurunan (instagram @hadapi.pedia)

Ilustrasi masyarakat tengah berburu lapangan kerja. Prabowo klaim angka pengangguran mengalami penurunan (instagram @hadapi.pedia)

3
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim bahwa angka pengangguran mengalami penuruan sampai 4,76 persen.

Hal ini dikarenakan, Prabowo menyatakan pemerintahannya telah berhasil mencetak sebanyak 3,6 juta lapangan kerja.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat Pidato Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 15 Agustus 2025

BACAJUGA

150 Peneliti BRIN Pamerkan Hasil Riset dan Inovasi Terbaik, Diharapkan Indonesia Bisa Jadi Bangsa Pencipta Teknologi

Momen Prabowo Minta Peneliti BRIN Matikan Mic Saat Sesi Penjelasan PLTN

“Tingkat pengangguran turun menjadi 4,76 persen di Februari 2025 dari 4,82 persen tahun lalu dengan 3,6 juta lapangan kerja baru yang berhasil diciptakan,” kata dia.

Prabowo juga menyebut tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan hingga ke titik 8,47 persen.

“Tingkat kemiskinan ditekan menjadi 8,47 persen, terendah sepanjang sejarah,” ucap Prabowo.

Namun, para pengamat menilai secara real atau fakta di lapangan tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Prabowo.

Para pengamat berpendapat metode perhitungan tingkat pengangguran yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS), kemudian dicuplik Prabowo memiliki keterbatasan indikator, problematik, dan tidak mampu menggambarkan realita masyarakat.

Salah satu indikator problematik BPS adalah mendefinisikan seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam sepekan ke dalam kelompok masyarakat bekerja dan bukan pengangguran, kata seorang pengamat ketenagakerjaan

“Kalau seseorang hanya bekerja sejam [dalam] seminggu, apakah ia bisa memenuhi kebutuhan hidup?” kata pengamat ketenagakerjaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), El Bram Apriyanto, Selasa 19 Agustus 2025.

Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan penurunan angka pengangguran sebagai kewenangan BPS, tapi tak menutup mata soal keluhan kesulitan mencari pekerjaan oleh masyarakat.

Penurunan angka pengangguran dikatakan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR/DPD itu merujuk hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis BPS enam bulan sebelumnya.

Kala itu, BPS mencatat tingkat pengangguran per Februari sebesar 4,76% atau turun 0,06 dari periode sama tahun sebelumnya

Adapun pada Februari 1998, angka pengangguran tercatat 5,46%.

“Alhamdulillah, hari ini tingkat pengangguran nasional berhasil turun ke level terendah sejak krisis 1998,” kata Prabowo.

Klaim Prabowo ini dipertanyakan sejumlah pengamat, karena dianggap tidak dapat menggambarkan realita di lapangan.

Pengamat ketenagakerjaan BRIN, El Bram Apriyanto mengatakan, definisi ‘bekerja minimal satu jam seminggu” memang selaras dengan poin 94 International Conference of Labour Statisticians (ICLS) ILO yang disepakati 1982.

Namun, terang Bram, “definisi itu sudah berusia lebih dari 40 tahun.”

Ia mengatakan, definisi bekerja minimal satu jam seminggu memang dapat digunakan untuk tujuan statistik dan memudahkan perbandingan global.

Tapi, sambungnya, terlalu sempit jika dipakai untuk memaknai kesejahteraan masyarakat.

Untuk memahami kondisi tenaga kerja sebenarnya, pemerintah dinilai perlu juga melihat indikator lain seperti tingkat underemployment (setengah pengangguran) yang menunjukkan bahwa seseorang bekerja tapi pendapatannya tidak mencukupi.

Kondisi underemployment (setengah pengangguran) sendiri tidak diklasifikasikan BPS sebagai pengangguran.

Selain itu, pemerintah juga perlu melihat jumlah pekerjaan informal; median upah dibandingkan dengan upah minimum; berapa % pekerja yang punya kontrak; jumlah pekerja yang sudah terdaftar jaminan sosial; serta bagaimana kualitas hidup mereka.

“Inilah keterbatasan indikator TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka). Angka TPT bisa turun, tapi tidak serta-merta berarti kesejahteraan membaik. Perlu indikator lain,” kata Bram.

“Sekadar mengatakan angka pengangguran turun tidak otomatis rakyat lebih sejahtera.”

Perihal indikator yang problematis juga disampaikan Direktur Eksekutif Center for Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.

Ia mengatakan, data itu seharusnya dikonfrontir dengan indikator lain untuk kemudian bisa menjelaskan realita di lapangan.

Beberapa indikator tersebut, antara lain, data bahwa mayoritas angkatan kerja Indonesia saat ini bekerja disektor informal dengan ketiadaan perlindungan sosial, upah kecil, tapi jam kerja lebih panjang.

“Sebaiknya pemerintah tidak menggunakan klaim secara makro… Ini membuat klaim pengangguran terendah sejak 1998 itu patut diragukan karena harus dikonfrontir dengan berbagai indikator ketenagakerjaan lainnya,” tutur Bhima.

Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Qisha Quarina menjabarkan, turunnya persentase angka pengangguran di data BPS yang dilansir pada Februari lalu sejatinya berakar pada rumus perhitungan angka pengangguran yang membagi total pengangguran dengan total angkatan kerja nasional.

Angkatan kerja Indonesia yang dalam rumus dinamakan “bilangan penyebut” naik dibanding 2024, sehingga nominal pembagi dalam rumus menjadi lebih besar yang otomatis bakal mengecilkan hasil akhir.

“Bilangan penyebut lebih tinggi, ya, makanya dia [tingkat pengangguran] turun,” kata Qisha.

Secara umum, jumlah total pengangguran di Indonesia yang diistilahkan sebagai “pengangguran absolut” sejatinya naik dibanding 2024, terang Qisha.

Per Februari 2025, jumlah pengangguran Indonesia tercatat 7.278.307 jiwa atau meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 7.194.862.

Jumlah pengangguran terendah sejak krisis 1998 sendiri tercatat pada Februari 2019 yakni 6,82 juta orang.

Alhasil, terang Qisha, “Kuncinya, jangan melihat dari satu sisi. Ketenagakerjaan itu kompleks.”

Menteri Tenaga Kerja, Yassierli enggan berpolemik soal data pengangguran dengan mengatakan bahwa hal tersebut adalah kewenangan BPS.

Namun, Yaasierli mengaku tidak menutup mata atas keluhan masyarakat soal kesulitan mendapat pekerjaan.

“Itu hal yang kami perhatikan,” kata Yassierli.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan banyak hal agar lapangan pekerjaan terus tersedia, seperti lewat Koperasi Merah Putih dan Program Magang ke Luar Negeri.

Tags: Lapangan KerjaPengamatPengangguranPrabowo
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta Dinkes DKI Jakarta tindak tegas nakes yang nyinyirin pasien BPJS (Instagram @pramonoanungw)
Nasional

Pramono Anung Minta Dinkes DKI Tindak Tegas Nakes yang Ikut Nyinyirin Pasien BPJS

by Feri Spt
7 August 2026

Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Kesehatan...

Dokter Tamara dipecat RS Pusri Palembang, nakes yang ikut nyinyirin pasien BPJS di media sosial (Instagram @dwarlowoffice)
Nasional

Nyinyirin Pasien BPJS Sebut Playing Victims, Dokter Tamara Dipecat dari RS Pusri

by Feri Spt
7 August 2026

Suaranusantara.com- Imbas ketikannya yang tak mencerminkan seorang tenaga kesehatan...

Menkes Budi Gunadi Sadikin bicara soal nakes yang hina pasien BPJS (Instagram @beritasemaranghariini)

Nakes dari Dokter hingga yang Berstatus Pelajar Hina Pasien BPJS, Menkes: Nggak Boleh Ada Nirempati

7 August 2026
Peringatan 17 Agustus perayaan HUT ke 81 RI (Instagram @indonesia.go.id)

Kumpulan Ucapan Inspiratif Perayaan 17 Agustus yang Singkat tapi Berkesan, Bisa Pejeng di Medsos

7 August 2026
Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, Jakarta (Instagram @indonesia.go.id)

Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, Apa Bedanya dengan Istana Negara? Begini Penjelasannya

7 August 2026
Sepatu ala BRIN yang dipamerkan ke Presiden Prabowo (Instagram @sipalingpolitik.id)

Temui Prabowo, BRIN Pamer Sepatu Buatan Sendiri Bakal Diproduksi Massal Harganya Murah Meriah

7 August 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

5 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

5 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

5 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

5 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Momen upacara 17 Agustus saat HUT ke 80 RI di Istana (Instagram @jakarta.insider)
Nasional

Sebanyak 128.331 Orang Berhasil War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana, Mensesneg: Antusiasme Luar Biasa

by Feri Spt
6 August 2026

Suaranusantara.com- Sebanyak 128.331 orang telah berhasil mendaftar untuk ikut serta upacara 17 Agustus perayaan HUT ke 81...

Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Ketua MPR RI Ahmad Muzani: MPR RI Matangkan Formulasi Hukum PPHN

6 August 2026
Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Sidang Tahunan MPR RI Digelar 14 Agustus 2026

6 August 2026
Sri Mulyani pimpin penggalangan dana negara miskin (Instagram @melihatindonesia.id)

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Urusan Dana untuk Negara Miskin, Begini Tugasnya

6 August 2026
Mahasiswi PPDS FK-KMK UGM diduga hina pasien BPJS (Instagram @jogja.point)

FK UGM Turun Tangan Investigasi Mahasiswi PPDS yang Diduga Hina Pasien BPJS

6 August 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com