Suaranusantara.com- Eks Wakapolri Ahmad Dofiri kini menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Sebab, Dofiri pada Rabu 17 September 2025 resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden dari Polri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan Reformasi Kepolisian,” kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti saat membacakan keputusan Presiden yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu 17 September 2025.
Adapun Prabowo, sejak menjabat sebagai Presiden RI pada Oktober 2024, telah melantik 7 Penasihat Khusus Presiden di berbagai bidang.
Dalam pelantikan Oktober 2024 itu, Prabowo tak menyertakan Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian.
Dofiri usai diangkat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang (Kamtibmas) dan Reformasi Kepolisian, angkat bicara soal rencana Presiden Prabowo membentuk Komite Reformasi Kepolisian.
Dofiri mengaku masih menunggu arahan Prabowo terkait pembentukan Komite Reformasi Kepolisian.
“Kita baru menghadap beliau. Kita masih menunggu, biar beliau dulu, baru nanti langkah-langkahnya,” kata Dofiri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 17 September 2025.
Dofiri juga irit bicara saat ditanya apakah Komite Reformasi Kepolisian akan menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pasalnya, Komite Reformasi Kepolisian belum terbentuk. “Kan belum terbentuk,” ungkapnya.
Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir, Prabowo mengungkapkan wacana terkait reformasi Polri. Prabowo akan segera membentuk tim khusus terkait reformasi Polri.
Hal ini dikarenakan atas usulan dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Usulan ini muncul terkait adanya kericuhan demo yang berlangsung pada Agustus 2025 lalu.
“Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian, yang disambut juga oleh Pak Presiden, (yang) akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak,” kata anggota GNB, Pendeta Gomar Gultom, Kamis 11 September 2025 lalu


















Discussion about this post