Suaranusantara.com – Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyoroti persoalan krisis sampah di Tanah Air.
Hal itu ditandai dengan kunjungannya ke sejumlah daerah terkait persoalan tersebut. Terbaru, ia mengunjungi Wali Kota Balikpapan, Rahmat Mas’ud.
Dalam kunjungan tersebut, Eddy menyampaikan dukungannya kepada Wali Kota Balikpapan untuk solusi komprehensif, mengingat sampah di kota tersebut terbilang cukup besar.
“Oleh karena itu, kami akan membantu mencari solusi terbaik agar sampah yang jumlahnya kurang lebih 500 ton per hari itu bisa diurai, kemudian dijadikan bagian dari Pembangkit Sampah Energi Listrik yang memang akan kita bangun di 33 tempat di seluruh Indonesia untuk mengurangi permasalahan sampah yang saat ini sudah masuk fase darurat,” kata Eddy dalam keterangannya, Sabtu (20/9/2025).
Dia menambahkan, dengan adanya pembangunan Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL), diharapkan pada tahun 2028 persoalan sampah dapat teratasi.
Menurut Doktor Ilmu Politik UI ini, sampah setiap hari terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, sehingga harus ada penyelesaian komprehensif.
“Terutama yang terdampak adalah kota-kota besar dengan intensitas aktivitas ekonomi tinggi. Kegiatannya padat, sehingga sampah yang dihasilkan juga banyak, baik berupa sisa makanan maupun plastik,” tuturnya.
Dia berharap pertemuannya dengan sejumlah kepala daerah, termasuk Wali Kota Balikpapan, bisa ditindaklanjuti agar persoalan sampah di wilayah tersebut segera teratasi.
Salah satu solusi yang didorong Eddy yakni penyelesaian untuk kota-kota dengan volume sampah kurang dari 1.000 ton per hari agar tetap bisa menerapkan teknologi waste to energy.
Diketahui, Eddy Soeparno terus menjalin kolaborasi dengan pimpinan daerah dalam mengatasi sampah. Pertemuan sudah dilakukan antara lain dengan Wali Kota Yogya, Solo, Tangsel, Manado, Makassar, Palembang, dan Balikpapan.

















Discussion about this post