Suaranusantara.com- Gedung DPR RI hingga kini Selasa 23 September 2025 terpantau masih dijaga oleh aparat gabungan TNI-Polri. Penjagaan ketat dilakukan imbas demo yang berlangsung ricuh pada 25 Agustus 2025 lalu.
Puan Maharani pun membeberkan alasan terkait Gedung DPR RI yang masih dijaga oleh personel aparat gabungan TNI-Polri.
Kata Puan, pengamanan di Gedung DPR RI merupakan kewenangan penuh aparat keamanan.
“Ya DPR RI kan merupakan objek vital, jadi yang bisa menentukan bahwa masih diperlukan penjagaan atau tidak pihak keamanan atau pihak perangkat keamanan dan lain-lain,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 22 September 2025.
Kondisi saat ini diketahui sudah semakin kondusif. Namun, aparat gabungan TNI-Polri masih tampak berjaga-jaga di area kompleks parlemen.
Menanggapi dinamika politik yang muncul usai aksi unjuk rasa, termasuk tudingan kepada PDI Perjuangan (PDIP) sebagai dalang sejumlah aksi, Puan memilih untuk meredam suasana.
“Kita cooling down dulu supaya harmoni dan damai,” pungkas Puan.
Sebelumnya, demo pada 25 Agustus 2025 berlangsung ricuh bahkan menyebabkan sebanyak sepuluh orang jadi korban tewas.
Di mana salah satu korban tewas yang menyita perhatian publik adalah driver ojol Affan Kurniawan yang meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Demo diketahui publik mengajukan sejumlah tuntutan terhadap DPR RI. Terlebih dikejutkan dengan tunjangan Anggota DPR RI yang mengalami kenaikan di tengah perekonomian masyarakat yang lesu.
Hal ini memantik amarah publik. Sekelompok orang terjun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka. Sayang, saat demo berlangsung seluruh Anggota DPR RI diliburkan.


















Discussion about this post