Suaranusantara.com- Presiden Brasil, Lula Da Silva pada hari ini Kamis 23 Oktober 2025 mengunjungi Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta.
Kunjungan Lula ini sebagai kunjungan balasan. Sebab, pada Juli 2025 lalu pemerintah Indonesia telah lebih dahulu melakukan kunjungan ke Brasil.
Selain kunjungan balasan, Lula dan Prabowo juga membahas hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan itu, Lula menekankan komitmen kerja sama antara Brasil dan Indonesia di bidang ekonomi serta sains.
Hal itu disampaikan Lula saat bertemu empat mata atau tete-a-tete dengan Prabowo di ruang kerja Presiden, Istana Merdeka, Jakarta. Mulanya Lula mengaku senang kembali mengunjungi RI setelah 17 tahun lamanya.
“Pada tahun 2008, kita telah menjalin kemitraan strategis, dan sejak itu, hubungan kita telah berkembang dengan cara yang sangat positif,” ujar Lula, Kamis 23 Oktober 2025.
Lula mengatakan selama ini pemerintah Brasil dan RI telah menjalin kerja sama yang cukup strategis. Namun, menurutnya, masih banyak sektor kerja sama yang perlu diperkuat di antara dua negara.
“Tapi saya pikir kita masih tertinggal di belakang potensi kedua negara. Bersama-sama, kita mewakili hampir 500 juta orang. 280 juta di Indonesia, 210 juta di Brasil. Kita memiliki ekonomi berkembang yang kuat. Dua bangsa yang masih kekurangan banyak hal dalam hal meningkatkan kesejahteraan mereka, dan karena itu mereka membutuhkan program sosial untuk membantu,” imbuhnya.
Lula berharap kunjungan kenegaraannya ke RI dapat menghasilkan kerja sama yang menguntungkan bagi dua negara. Utamanya di sektor ekonomi hingga sains.
“Saya berharap bahwa dalam kunjungan ke Indonesia ini, dan selama pertemuan kita, kita dapat menjamin keuntungan politik, ekonomi, sosial, sains bagi rakyat Indonesia dan bagi rakyat Brasil,” kata Lula.

















Discussion about this post