Suaranusantara.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan, melakukan pembongkaran terhadap ratusan kios pedagang hewan di kawasan Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (27/10/2025).
Setelah sempat tertunda selama beberapa bulan, eksekusi dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan pengawalan ketat aparat keamanan.
Pembongkaran yang melibatkan satu alat berat ini berlangsung sejak pagi dan diwarnai tangis histeris sejumlah pedagang, yang menyaksikan tempat usaha mereka diratakan dengan tanah.
Sebagian pedagang bahkan menggelar aksi duduk di tengah jalan sebagai bentuk protes, meski upaya itu tidak mampu menghentikan proses pembongkaran.
“Dibongkar semua. Kami lapor, kami demo tapi gak direspon sama pemerintah. Tau-tau dibongkar, ya mau berkata apa lagi,” kata Trismi, salah satu pedagang di Pasar Barito saat diwawancarai di lokasi.
Trismi mengaku, para pedagang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat pembokaran tersebut.
“Dipindahkan tapi tempatnya tidak sesuai, yang mau membeli siapa? ini kerugiannya bisa sampai puluhan, apalagi yang tukang (penjual) burung, tukang kucing,” ungkapnya.
“Harapannya apa? gak bisa pemerintah ngasih harapan untuk orang kecil, orang ini aja dibongkar,” pungkasnya.
Sementara itu, pedagang lainnya bernama Tugiran mengaku, kecewa terhadap pembokaran pedagang dan menilai upaya yang dilakukan pemerintah tersebut sebagai perbuatan yang semena-mena.
“Dibongkar semua, surat tugasnya gak ada. Ini semena-mena, orang kecil aja yang diinjak-injak,” kata Tugiran.
“Dagangan banyak yang rusak. Hewan ada yang mati. Pemerintah gak memikirkan para pedagang kecil,” sambungnya.
Sebelumnya, rencana pembongkaran dan relokasi pedagang Pasar Hewan Barito sebenarnya telah dicanangkan sejak Agustus 2025. Namun pelaksanaannya tertunda karena lokasi relokasi di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan belum siap.
Pemkot Jakarta Selatan menyebut pembongkaran ini dilakukan untuk pembangunan dan perluasan Taman Bendera Pusaka, yang akan menggabungkan tiga taman kota sekaligus, termasuk Taman Langsat yang bersebelahan langsung dengan area kios pedagang Barito.
Meski demikian, banyak pedagang menilai lokasi relokasi yang ditawarkan pemerintah kurang strategis dan sulit diakses pembeli, sehingga berpotensi menurunkan pendapatan mereka secara drastis.
Aksi pembongkaran ini mendapat simpati dari warga sekitar. Beberapa warga tampak membantu memindahkan hewan-hewan yang selamat, sementara lainnya ikut menenangkan pedagang yang menangis.
Berdasarkan data di lapangan, setidaknya 158 kios pedagang terdampak pembongkaran. Sebagian hewan dilaporkan mati akibat stres dan panas setelah dikeluarkan dari kandang secara mendadak.


















Discussion about this post