Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

HNW: Menyongsong Indonesia Emas 2045, Partai Politik Penting Kembali Hadirkan Negarawan Bukan Sekedar Politisi

snc4 by snc4
28 October 2025
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW)

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW)

1
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR Dr.H.M. Hidayat Nur Wahid (HNW) MA menyebutkan partai politik juga bisa melahirkan pemimpin yang negarawan, bukan hanya Politikus, sebagaimana diteladankan oleh Partai2 Politik yang dulu telah melahirkan para Negarawan Bapak2 Bangsa pendiri Indonesia Merdeka. Maka Partai politik pada era Reformasi ini berada dalam peran mengulangi sejarah peran Partai Politik itu, agar berkontribusi maksimal mempersiapkan, melahirkan negarawan, menyongsong Indonesia Emas 2045. Maka sangat penting Partai politik termasuk PKS, mempersiapkan kader-kadernya menghadirkan kepemimpinan negarawan bukan sekedar politisi apalagi politikus.

Hidayat Nur Wahid menyampaikan hal itu dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara dengan tema “Kepemimpinan Negarawan” yang dihelat MPR bekerjasama dengan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tenggara di Kendari, Sabtu (25/10/2025). Turut berbicara dalam diskusi ini Anggota MPR yang juga Presiden PKS, Al Muzammil Yusuf, Wakil Bupati Buton Syarifuddin Safa, anggota DPRD Sultra Muhammad Poly, dan Ketua DPW PKS Sultra Syafriel Haeba.

Dalam diskusi itu, HNW, sapaan Hidayat Nur Wahid, menguraikan tentang pentingnya kepemimpinan negarawan yang bisa dihadirkan melalui jalur (partai) politik. Karena UUDNRI 1945 jelas mengatur bahwa Pemimpin di Indonesia, kalau di eksekutif puncaknya adalah Presiden dan wakil presiden dan mereka itu dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu, bukan oleh Organisasi Massa atau perseorangan (Pasal 6A ayat 1 UUD NRI Tahun 1945). Kepemimpinan dan keanggotaan di legislatif juga dicalonkan oleh partai politik bukan oleh organisasi massa maupun perseorangan. Maka Partai Politik menjadi pintu besar, kalau tidak malah satu2nya, melahirkan kembali pemimpin negara yang negarawan atau berjiwa negarawan, agar cita2 Proklamasi dan Reformasi dapat diwujudkan, agar Indonesia Emas benar2 dapat disongsong dengan yang terbaik.

BACAJUGA

HNW Apresiasi Keputusan Presiden Tak Bebankan Kenaikan Biaya Haji Terkait Avtur ke Calon Jamaah Haji

HNW Desak Pemerintah Tarik Pasukan dari Lebanon Usai TNI Jadi Korban Meninggal Dunia

“Masalahnya, seringkali Partai politik melupakan sejarah keberhasilan Partai Politik hadirkan negarawan, dan legalitas yang diberikan oleh Konstitusi bahwa Partai Politik bisa menghadirkan kepemimpinan negarawan. Apalagi sering pula dilakukan dikotomi antara politisi (politikus) dan negarawan. Seolah-olah politisi/politikus bukan negarawan dan sebaliknya, negarawan bukanlah politikus, sehingga dimaknai bahwa Partai Politik tidak menghasilkan negarawan melainkan hanya politisi/politikus saja. Padahal fakta mensejarahnya terbukti di negara Indonesia sudah lahir Partai2 Politik dengan para Politisi/politikusnya yang sekaligus Negarawan, baik pada era perjuangan kemerdekaan maupun pada era perjuangan hadirkan Reformasi”kata HNW.

Lebih lanjut HNW menyatakan bahwa banyak pihak mengutip pendapat Dr Yudi Latif yang pernah menyebut bahwa politisi (politikus) dan negarawan seolah dua entitas yg total
berbeda. Karena antara lain, politisi hanya fokus mengejar jabatan dan kekuasaan, sedangkan negarawan lebih memikirkan dan memperjuangkan kemaslahatan umum/negara. Selain itu kesadaran politisi hanya pada jabatan dan kekuasan, sementara kesadaran negarawan berorientasi pada nasib bangsa dan negara. Tujuan politisi biasanya hanya untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau partai, sementara tujuan negarawan adalah keadilan, kemajuan, kedaulatan, dan kesejahteraan bangsa dan negara.
Untuk metodenya, politisi meraih kekuasaan bisa dengan menghalalkan segala cara, sedangkan negarawan metodenya adalah berjuang dengan cara terhormat, mengutamakan integritas. Maka bagi politisi kemenangan itu adalah kekuasaan, sedangkan bagi negarawan, kemenangan itu adalah tugas dan amanah. Untuk motivasinya, kalau politisi sekedar mencari kekuasaan dari pemilu ke pemilu, sedangkan negarawan mencari kemashlahatan bagi bangsa dan negara yang bervisi jauh kedepan lintas generasi.

HNW mengkritisi pendapat tersebut. Menurut HNW, baik secara sejarah negarawan di Indonesia maupun legalitas Konstitusional yang berlaku di NKRI, Partai Politik juga bisa hadirkan politisi yang menjadi negarawanan. “Hadirnya kepemimpinan negarawan melalui jalur partai politik sangat diharapkan dan itu dimungkinkan, dan malah sudah terjadi sebagaimana diteladankan oleh para Politisi yang negarawan pejuang dan pendiri Bangsa dan Negara Indonesia. Maka kita tidak perlu terjebak pada dikotomi seolah-olah kalau partai politik hanya menghasilkan politisi/politikus dan karenanya bukan negarawan, atau para tokoh agar bisa disebut sebagai negarawan harusnya keluar dari partai politik, atau tidak berasal dari Partai politik”katanya.

HNW menambahkan sejarah partai politik khususnya di Indonesia menunjukkan banyak politisi yang juga negarawan. Bahkan, para politisi muslim dari partai politik Islam sejak awal juga menjadi negarawan, seperti HOS Tjokroaminoto, Mr Kasman Singodimedjo, Mr Syafruddin Prawira Negara, Mohammad Natsir dll. Bahkan dua Proklamator Kemerdekaan Indonesia yaitu Bung Karno dan Bung Hatta, adalah politisi yang juga negarawan. Banyak dari Panitia 9 dan PPKI adalah tokoh2 yang berasal dari Partai Politik/politisi, mereka ternyata bisa sepakati Piagam Jakarta/Pembukaan UUD 45, mereka bisa hadirkan mufakat terkait dasar/ideologi negara Pancasila dan tujuan Indonesia Merdeka, mereka adalah Politisi dari Partai Politik yang terbukti bisa menjadi negarawan.

Bung Hatta dan empat tokoh umat Islam yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Moh Hasan menunjukkan kenegarawanan ketika menyikapi dan menyetujui keberatan sebagian tokoh Indonesia Timur terhadap tujuh kata dalam Piagam Jakarta. “Empat tokoh umat Islam yang menjadi politisi memberikan keteladanan tentang negarawan. Demi kemaslahatan kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia, mereka dapat menyepakati tujuh kata dalam Piagam Jakarta yang dipermasalahkan itu, diganti menjadi Ketuhanan yang Maha Esa,” ujarnya.

Contoh politisi muslim lainnya adalah Syafruddin Prawiranegara dan Mohammad Natsir. Syafruddin Prawiranegara melaksanakan amanah Presiden Soekarno menyelamatkan Indonesia merdeka dengan memproklamasikan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) di Bukittinggi, dan menjadi Presiden/Ketuanya saat Presiden dan Wapres RI ditahan oleh Belanda. Tapi setelah Bung Karno dibebaskan dari tahanan Belanda, Mr Syaf tanpa ragu mengembalikan mandat itu kepada Bung Karno. Kenegarawanan Moh Natsir, sebagai Ketua Fraksi Partai Islam Masyumi di DPR RIS, juga sangat menonjol ketika melalui pidato Mosi Integral di Rapat Paripurna DPR RIS (3 Apriil 1950) mengembalikan Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan tidak membiarkan Indonesia tetap menjadi RIS apalagi negara Komunis atau DI/TII, tiga jenis ideologi bernegara yang hangat pada waktu itu. Dan sikap M Natsir sekalipun itu dari Partai Islam Masyumi, ternyata didukung oleh Bung Karno dari PNI maupun politisi2 dari Partai2 yg lain spt PSI, Partai Katolik, Partai Kristen dll. Mereka2 adalah politisi yang sekaligus negarawan.

“Perjuangan hadirkan Reformasi dan wujudkan tuntutan Reformask antara lain amandemen thd UUD 45, sejatinya juga hadirkan kembali Politisi dari Partai Politik yang Negarawan. Maka Partai politik sebenarnya dari dulu sampai sekarang, sesungguhnya sudah diwarisi kenegarawanan dari para Politis. Kenegarawanan ternyata bisa hadir melalui jalur politik termasuk partai politik Islam, termasuk PKS, bila melanjutkan peran hadirkan kepemimpinan yang negarawan bukan sekedar politisi, maka itu memang sudah tugas dan fungsi dasarnya, itu fitrahnya partai Islam,” tegas HNW.

“Kita mewarisi tradisi berpolitik yang negarawanan. Menjadi negarawanan dari partai politik itu bisa,dimungkinkan dan diharapkan. Partai politik perlu melanjutkan kembali peran melahirkan negarawan, mempersiapkan negarawan, memilih negarawan sebagai calon Presiden/Wapres para Wakil Rakyat di Parlemen, dan mempersiapkan kader-kadernya untuk dididik menjadi negarawan. Agar kepercayaan Rakyat terhadap Partai Politik dan Demokrasi dapst terus dijaga/ditingkatkan, agar Indonesia yang Emas pada 2045, saat Bangsa dan Negara memperingati 100 tahun Indonesia Merdeka, benar2 dapat dipersiapkan dan dapat diwujudkan” pungkasnya.

Tags: Hidayat Nur WahidHNWIndonesia EmasPKS
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditangkap Kejagung, Pimpinan Minta Maaf

by SNC 7
16 April 2026

Suaranusantara.com – Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto ditangkap Kejaksaan...

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman saat konferensi pers di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/4/2026). (Ilham F/Suaranusantara)
Nasional

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto, Terkait Kasus Korupsi Nikel

by Ilham F
16 April 2026

Suaranusantara.com- Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Ketua Ombudsman RI, Hery...

Edhis Baskoro Yudhoyono atau Ibas mendapat penghargaan dari KWP Awards 2026 (Dok suaranusantara.com)

Ibas Terima KWP Awards 2026: Apresiasi Untuk Komitmen Kesejahteraan Rakyat Dan Penguatan Ekonomi Desa

16 April 2026
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto ditangkap Kejagung (Instagram @ombudsmanri137)

Heboh! Baru Enam Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung

16 April 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung non aktifkan Lurah Kalisari (Instagram @pramonoanungw)

Buntut Balas Laporan Warga di JAKI Pakai Foto AI, Pramono Non Aktifkan Lurah Kalisari

16 April 2026
Menpan RB Rini Widyantini paparkan hasil evaluasi WFH ASN setiap Jumat (Instagram @rini.widyantini)

Menpan RB Beberkan Hasil Evaluasi WFH ASN Tiap Jumat: Menggembirakan

16 April 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

9 months ago
Momen Presiden RI Prabowo Subianto saat akan memasuki lapangan upacara bersama dengan Ketum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri, Senin 2 Juni 2025 (instagram @presidenrepublikindonesia)

Kembali Bertemu, Prabowo Cocokan Jadwal dengan Megawati Agar Bisa Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

11 months ago
Kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara IV Jakarta Selatan didatangi sejumlah calon menteri ada 35 orang hingga petang ini (instagram @netizenindonesiaid)

Penuhi Undangan Prabowo, hingga Petang Ini Sudah Ada 35 Calon Menteri yang Hadir di Kertanegara, Berikut Daftar Nama-namanya

2 years ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Puan Maharani respon soal perubahan dari Kementerian BUMN jadi BP BUMN (instagram @ketua_dprri)

Kementerian BUMN Diganti Jadi BP BUMN, Puan Maharani: Semoga Bisa Berjalan Baik

7 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

The Palace Jeweler menggelar press conference program Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 di Central Park, Jakarta pada Rabu, 15 April 2026 (suaranusantara.com)
Lifestyle

The Palace Jeweler Hadirkan Program Semarak Pengundian Nasional 2026, Hadiah Mulai dari Elektronik hingga Berlian

by SNC 9
16 April 2026

Suaranusantara.com - The Palace Jeweler resmi menghadirkan Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 sebagai bentuk apresiasi atas...

Menkes Budi Gunadi Sadikin bicara soal penerima bantuan iuran JKN BPJS Kesehatan (Instagram @bgsadikin)

Waduh! Menkes Bilang Penerima Bantuan Iuran JKN BPJS Tak Tepat Sasaran: 10 Persen Orang Kaya

16 April 2026
Program MBG, Presiden RI Prabowo Subianto ingin fokuskan ke anak-anak kurang gizi dan kurang mampu (Instagram @jejakaktual.id)

Prabowo Fokuskan MBG untuk Anak Kurang Gizi, BGN Mulai Menyisir Penerima Manfaat

16 April 2026
Ubedilah Badrun dipolisikan buntut pernyataan Prabowo-Gibran beban bangsa ( (dok suaranusantara.com/Ilwan Nehe)

Buntut Kritik Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Ubedilah Badrun Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

16 April 2026
Momen perayaan ulang tahun Seskab Teddy Indra Wijaya (Instagram @agung_surahman)

Di Sela Kunker di Paris, Prabowo Rayakan Ultah Seskab Teddy

16 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com