Suaranusantara.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Sekretaris Badan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat, Saiful Salim, menyampaikan seruan moral kepada seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momen bersejarah ini sebagai titik tolak gerakan perubahan.
“Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan. Ia adalah panggilan sejarah. Di tengah arus zaman yang terus berubah, Gerakan Rakyat berdiri tegak menyambung nyala perjuangan para pahlawan bangsa dari medan tempur fisik menuju medan tempur moral, hukum, dan keadilan sosial,” kata Saiful Salim dalam keterangannya, Senin (10/11).
DPP Gerakan Rakyat menekankan bahwa semangat kepahlawanan masa kini bukan hanya mengenang, tetapi melanjutkan perjuangan.
“Kita tidak lagi mengangkat senjata, tetapi mengangkat kesadaran. Kita tidak lagi melawan penjajah asing, tetapi melawan penjajahan struktural, korupsi, ketidakadilan, dan pengkhianatan terhadap martabat rakyat,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa sebagaimana para pahlawan dahulu berani melawan ketidakadilan dengan keberanian dan pengorbanan, maka Gerakan Rakyat hari ini berani melawan ketidakadilan dengan hukum yang berpihak, pendidikan yang membebaskan, dan gerakan yang menyatukan.
Dalam seruannya, Saiful Salim menyampaikan tiga poin penting kepada masyarakat, yakni: Pertama, untuk menjadikan hukum sebagai alat pembebasan, bukan penindasan. Kedua, untuk membangun organisasi rakyat yang berakar pada etika, bukan ambisi. Dan terakhir, untuk memuliakan rakyat sebagai subjek sejarah, bukan objek politik.
“Saya meyakini bahwa Gerakan Rakyat percaya pada setiap warga negara adalah pewaris semangat pahlawan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Hari Pahlawan 2025 harus menjadi momentum untuk menyalakan api perubahan, dari desa ke kota, dari suara hati ke suara publik.
Saiful Salim mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan Hari Pahlawan sebagai gerakan baru yang berpijak pada nilai, bergerak dengan akal sehat, dan berlabuh pada keadilan.
“Karena pahlawan bukan hanya mereka yang gugur, tetapi juga mereka yang bangkit untuk membela kebenaran,” pungkasnya.


















Discussion about this post