Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Ribka Tjiptaning Dilaporkan ke Bareskrim Polri Buntut Pernyataannya Soal Soeharto, PDI Perjuangan: Beliau hanya Menyampaikan Fakta dan Sejarah

Feri Spt by Feri Spt
14 November 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Ribka Tjiptaning dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh ARAH atas pernyataan soal Presiden ke 2 RI Soeharto (instagram @invox_)

Ribka Tjiptaning dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh ARAH atas pernyataan soal Presiden ke 2 RI Soeharto (instagram @invox_)

2
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Politis PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning pada Rabu 12 November 2025 dilaporkan oleh Aliansi Rakyat Anti Hoak (ARAH) terkait pernyataannya soal Presiden ke 2 RI Soeharto.

Adapun Ribka dilaporkan lantaran menyebut Soeharto sebagai pembunuh rakyat. Hal ini menyusul terkait Soeharto yang mendapat gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Soeharto pada Senin 10 November 2025 lalu bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Ribka pun merespon laporan itu. Dia mengaku siap menghadapi laporan dari ARAH itu. Sebab, Ribka merasakan apa yang terjadi dalam pemerintahan Soeharto masa Orde Baru (Orba) dulu.

BACAJUGA

Politikus PDI Perjuangan Tanggapi Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Bersahabat dengan Prabowo, Megawati Soekarnoputri Sebut Ada Sosok-sosok yang Sengaja Membenturkan

Mengingat Soeharto selama 32 tahun berkuasa menorehkan jejak hitam yakni pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang hingga kini masih belum menemui keadilan bagi para korban.

“Ya dihadapi saja. Hehe. Aku kan merasakan,” kata Ribka, saat dikonfirmasi, Kamis 13 November 2025.

PDI Perjuangan pun merespon soal laporan ARAH terhadap Ribka. Politikus PDI-P Guntur Romli menegaskan bahwa Ribka hanya menyampaikan fakta sejarah dan hasil investigasi Komnas HAM terkait peristiwa pada masa pemerintahan Soeharto.

“Mbak Ribka siap menghadapi laporan, karena beliau hanya menyampaikan fakta sejarah dan hasil dari Tim Ad Hoc Komnas HAM 2012 terkait kejahatan kemanusiaan 65-66 yang seharusnya ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Agung,” kata Guntur.

Dia pun heran kenapa harus dilaporkan padahal jelas itu merupakan fakta sejarah.

“Itu fakta sejarah dan hasil Tim Pencari Fakta Komnas HAM kok malah dilaporkan ke polisi,” ujarnya lagi.

Menurut Guntur, data tentang jumlah korban tragedi 1965-1966 juga pernah diungkapkan oleh Sarwo Edhi Wibowo, Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada masa itu, yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional.

“Korban pembantaian tahun ’65-’66 ada 3 juta versi Sarwo Edhi Wibowo yang waktu itu menjadi Komandan Pasukan RPKAD. Itu ada di buku G30S: Fakta atau Rekayasa yang ditulis Julius Pour,” ujar dia.

Guntur bilang, laporan Tim Pencari Fakta Komnas HAM tahun 2012 juga memperkirakan jumlah korban pembantaian 1965-1966 berkisar antara 500 ribu hingga 3 juta orang.

Berdasarkan laporan tersebut, pihak yang disebut paling bertanggung jawab adalah Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), lembaga yang berada langsung di bawah komando Presiden Soeharto saat itu.

“Kopkamtib dibentuk pada 10 Oktober 1965 untuk melakukan pembasmian terhadap unsur yang dicap PKI atau komunis di masyarakat,” kata Guntur.

Ia menegaskan, penyelidikan Komnas HAM tersebut merupakan penyelidikan pro justicia berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, yang kemudian direkomendasikan kepada Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti ke tahap penyidikan.

Oleh karena itu, lanjut Guntur, PDI-P memandang pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto sebagai bentuk pemutihan terhadap pelanggaran HAM berat masa lalu.

Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut telah diakui sebagai pelanggaran HAM berat oleh pemerintah pada era Presiden Joko Widodo tahun 2023.

“Gelar pahlawan pada Soeharto kami anggap sebagai pemutihan terhadap pembantaian rakyat Indonesia tahun ’65-’66 yang jumlahnya diperkirakan 500 ribu sampai 3 juta orang versi Komnas HAM,” kata Guntur.

“Belum lagi pelanggaran HAM berat lainnya seperti Tragedi Tanjung Priok, Talangsari, Petrus, DOM di Aceh, penculikan aktivis, dan Kerusuhan Mei 1998,” imbuh dia.

Tags: ARAHGuntur RomliPahlawan NasionalPDI PerjuanganRibka TjiptaningSoeharto
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bicara soal aksi demo mahasiswa (Instagram @bisnishackcom)
Nasional

Ahok Bicara Soal Aksi Demo Mahasiswa: Kenapa Pemerintah Takut Didemo?

by Feri Spt
23 June 2026

Suaranusantara.com- Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau...

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas akui BGN banyak masalah (Instagram @zul.hasan)
Nasional

Akui BGN Banyak Masalah, Zulhas: Internalnya Dulu Dibenahi

by Feri Spt
23 June 2026

Suaranusantara.com- Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu ini menjadi...

Puluhan ribu motor listrik BGN yang kini tersimpan dalam gudang. Kabarnya DPR ingin motor listrik dihibahkan untuk guru honorer (Instagram @lugnutz_aj)

DPR Setujui Motor Listrik BGN Dihibahkan untuk Guru Honorer, Begini Kata Kejaksaan

23 June 2026
Menkeu Purbaya bicara soal pengadaan motor listrik BGN (Instagram @hype.moment)

Purbaya: Saya ‘Kecele’ Soal Pengadaan Motor Listrik BGN

23 June 2026
Pertemuan antara tokoh GNB dengan Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat (Instagram @anwarsaragih_)

Bertemu Megawati di Menteng, Pendeta Gultom: Bentuk Keprihatinan Atas Kondisi Bangsa

23 June 2026
GNB bertemu Megawati Soekarnoputri selama kurang lebih dua jam di Megawati Institute, Menteng Jakarta Pusat Senin 22 Juni 2026 (Instagram @anwarsaragih_)

Megawati Soekarnoputri dan GNB Bertemu Dua Jam, Singgung RUU Polri

23 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Presiden ke 5 RI sekaligus Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima kedatangan tokoh-tokoh GNB, Senin 22 Juni 2026 di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat (Instagram @kabarindo24jamnews)
Nasional

Sejumlah Tokoh GNB Ada Kardinal Suharyo, Romo Magnis hingga Sinta Nuriyah Temui Megawati Soekarnoputri di Menteng, Ada Apa?

by Feri Spt
23 June 2026

Suaranusantara.com- Sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di antaranya Kardinal Suharyo, Romo Franz Magnis, pendeta Gomar Gultom,...

Waketum PKB Jazilul Fawaid tanggapi arahan Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi minta Prabowo-Gibran dua periode (Instagram @suarapublik_)

Jokowi Minta Prabowo-Gibran Dua Periode, Waketum PKB Bilang Begini

23 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto resmi teken UU Polri (Instagram @prabowo)

Sah! Prabowo Resmi Teken UU Polri, Usia Pensiun Kapolri Diperpanjang

23 June 2026
Dirut PLN Darmawan Prasodjo usai menemui Presiden RI Prabowo Subianto bahas soal pemadaman listrik (Instagram @rri_manado)

Temui Prabowo, Dirut PLN Lapor Pemadaman Listrik Mulai Berkurang

23 June 2026

Pesan Jokowi untuk Kader PSI: Turun ke Masyarakat dan Dengarkan Aspirasi Rakyat

23 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com