Suaranusantara.com- Sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) pada Senin siang 22 Juni 2026 menemui Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat.
Salah satu tokoh GNB yang turut serta hadir dalam pertemuan itu adalah pemuka agama Pendeta Gomar Gultom.
Dalam kesempatan usai pertemuan, pendeta Gultom mengatakan bahwa pertemuan dengan Megawati sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi bangsa saat ini.
“Keprihatinan yang digumuli oleh Gerakan Nurani Bangsa sama dengan tokoh-tokoh bangsa yang sudah kami jumpai, termasuk dengan Ibu Megawati tadi. Saya kira begitu,” ucap Pendeta Gomar.
Senada dengan Pendeta Gomar, Kardinal Ignatius Suharyo menuturkan bahwa GNB hadir untuk mengingatkan para pemimpin agar roda pemerintahan dijalankan demi rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang.
Kardinal Suharyo juga menjadi salah satu tokoh GNB yang turut hadir dalam pertemuan bersama Megawati Soekarnoputri.
“Tidak dengan emosi, tidak dengan kepentingan, tetapi sungguh-sungguh murni untuk kepentingan bangsa kita,” tutur Kardinal Suharyo.
Kardinal Suharyo menyoroti tentang kepekaan hati nurani yang perlu diasah agar dapat memahami realitas secara baik terutama dalam mengambil keputusan.
Ia menambahkan, GNB dan Megawati saling bertukar informasi, berdiskusi, bertukar gagasan terkait kondisi pemerintahan dan kehidupan kebangsaan.
“Nurani itu bisa tumpul kalau tidak pernah diasah. Oleh karena itu, kami berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan,” kata Kardinal Suharyo.
Diketahui, selain pendeta Gultom dan Kardinal Suharyo sejumlah tokoh GNB yang turut serta hadir dalam pertemuan di antaranya Romo Franz Magnis, pendeta Gomar Gultom, Laode M. Syarif, dan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Selain tokoh di atas, turut hadir pula Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara, Lab45 Andi Widjajanto, akademisi Francisia Seda, pendiri dan penasihat Nalar Institute Yanuar Nugroho, serta akademisi seperti Karlina R. Supelli.
Hadir pula dalam pertemuan Ibu Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (istri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid) serta putri Gus Dur, Inayah Wahid.


















Discussion about this post