Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Tunjukkan Tren Positif

snc4 by snc4
12 August 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Tunjukkan Tren Positif

Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Tunjukkan Tren Positif

2
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Masyarakat Indonesia semakin memahami produk dan layanan keuangan. Hal itu tercermin dari hasil SNLIK 2026 yang menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen dan inklusi keuangan sebesar 93,61 persen.

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan SNLIK 2025. Pada tahun sebelumnya, indeks literasi berada di level 66,64 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 92,74 persen.

Menariknya, kedua indikator tersebut sudah melampaui target pemerintah untuk 2029. Dalam RPJMN 2025–2029, target literasi ditetapkan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan 93 persen.

BACAJUGA

Serikat Pekerja Didorong Kuasai Literasi Keuangan untuk Perjuangan yang Lebih Kuat

Tingkatkan Literasi dan Iklusi Keuangan, OJK Gelar Edukasi di Universitas Sam Ratulangi

Hasil survei tersebut diumumkan OJK, LPS, dan BPS di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026). SNLIK tahun ini sekaligus menjadi survei pertama yang dikerjakan secara kolaboratif oleh ketiga lembaga tersebut.

Cakupan survei juga jauh lebih luas. Sebanyak 75.000 responden berusia 15–79 tahun dilibatkan dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Pendataan berlangsung pada 26 Januari hingga 18 Februari 2026 melalui wawancara tatap muka berbasis CAPI dengan dukungan 3.480 petugas.

Dalam pemetaan antarprovinsi, Kalimantan Selatan mencatat prestasi cukup tinggi dengan indeks literasi keuangan 79,69 persen. Capaian itu menempatkan Kalsel di posisi kedua nasional.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan literasi keuangan tertinggi, yakni 84,01 persen. Bali berada di urutan ketiga dengan capaian 78,77 persen.

Untuk inklusi keuangan, DKI Jakarta kembali memimpin dengan 99,74 persen. Setelahnya ada DI Yogyakarta dengan 98,74 persen dan Kepulauan Riau sebesar 98,43 persen.

Namun, survei juga memperlihatkan masih adanya perbedaan tingkat literasi antara masyarakat perkotaan dan perdesaan.

Literasi masyarakat kota mencapai 72,54 persen, sedangkan masyarakat desa 64,42 persen. Pada inklusi keuangan, masing-masing tercatat 95,47 persen dan 90,39 persen.

Dari sisi gender, perbedaannya relatif tipis. Literasi laki-laki sebesar 69,54 persen dan perempuan 69,61 persen. Sementara inklusi keuangan laki-laki berada di angka 93,49 persen dan perempuan 93,73 persen.

Pendidikan menjadi salah satu faktor yang paling terlihat korelasinya dengan tingkat literasi dan inklusi. Literasi kelompok berpendidikan rendah tercatat lebih kecil dibandingkan masyarakat dengan pendidikan tinggi.

Kelompok yang tidak atau belum pernah sekolah hingga tidak tamat SD memiliki literasi 45,23 persen. Angka tersebut berturut-turut naik menjadi 59,67 persen untuk lulusan SD, 67,72 persen SMP, 79,17 persen SMA, hingga 93,46 persen bagi lulusan perguruan tinggi.

30 Persen Belum Kenal Penjaminan Simpanan dan LPS

Selain mengukur literasi dan inklusi secara umum, SNLIK 2026 mengungkap masih adanya pekerjaan rumah terkait pemahaman masyarakat mengenai LPS.

Sebanyak 62,51 persen pemilik rekening mengetahui bahwa simpanannya dijamin. Namun, hanya 46,31 persen yang mengenal LPS sebagai lembaga penjamin.

Untuk penjaminan polis, tingkat pemahamannya lebih rendah. Hanya 12,47 persen pemilik produk asuransi di luar program jaminan sosial yang mengetahui adanya mekanisme penjaminan polis.

Secara keseluruhan, 38,8 persen masyarakat sudah mengetahui penjaminan simpanan sekaligus mengenal LPS. Sebanyak 23,7 persen memahami adanya penjaminan simpanan tetapi belum mengenal LPS.

Kemudian, 7,5 persen mengenal LPS tetapi belum memahami penjaminan simpanan. Sementara 30 persen masyarakat belum mengetahui keduanya.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi OJK, LPS, BPS, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat program edukasi keuangan.

Sasaran berikutnya akan lebih diarahkan kepada masyarakat perdesaan, kelompok usia tertentu, masyarakat dengan pendidikan rendah, serta petani, peternak, pekebun, nelayan, pelajar, mahasiswa, dan kelompok yang belum bekerja.

Pendekatan edukasi juga akan diubah menjadi lebih spesifik berdasarkan karakteristik kelompok sasaran. Dengan begitu, literasi keuangan diharapkan tidak sekadar meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perilaku keuangan yang lebih sehat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.

Tags: Inklusi KeuanganLiterasi Keuangan
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Presiden Prabowo Subianto perintahkan kaji soal usulan Ketua DEN Luhut (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Prabowo Perintahkan Kaji Soal Usulan Luhut Kerugian Negara Bukan Korupsi, Yusril: Dicocokan dengan Situasi Negara Saat Ini

by Feri Spt
26 October 2026

Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk mengkaji usulan...

Momen pertemuan Presiden Prabowo dan Gubernur URI, Minggu 25 Oktober 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Gubernur URI Sambangi Prabowo di Hambalang, Apa yang Dibahas?

by Feri Spt
26 October 2026

Suaranusantara.com- Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Marsekal TNI (Purn)...

Polresta Tangerang Siapkan Skema Antisipasi Kemacetan Arus Mudik

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Polda Metro Jaya Sasar Pengendara Lawan Arus hingga Pengguna Ponsel

26 October 2026
Kecelakaan Beruntun Mobil BYD

Kecelakaan Beruntun, Polisi Tetapkan Pengemudi Mobil BYD Tersangka

26 October 2026

Bahas RUU Perampasan Aset Saat Reses, Komisi III DPR Libatkan 20 Elemen Masyarakat

26 October 2026
Ibas

EBY Ajak Generasi Muda Kendal Berinovasi dan Manfaatkan Teknologi untuk Ciptakan Peluang Kerja

26 October 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

7 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

7 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

7 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

7 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Ibas
Nasional

Ibas Dorong UMKM dan Batik Kendal Naik Kelas, Perluas Akses Permodalan dan Pasar

by snc4
26 October 2026

Suaranusantara.com— Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, H. Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas),...

Wakil Ketua MPR RI Ibas

Ibas Dorong Santri Kendal Kuasai Ilmu Agama dan Keterampilan Kerja untuk Menjawab Tantangan Zaman

26 October 2026
Hindun Anisah

Badan Pengkajian MPR RI Serap Masukan Akademisi di UNDIP untuk Penyempurnaan PPHN

26 October 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat bicara soal OMC (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Akan Alokasikan Anggaran Buat Modifikasi Cuaca: OMC Turunkan Polusi, Masyarakat Happy

26 October 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal dugaan pelari JRF 2026 terobos barikade besi (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Angkat Bicara Soal Pelari JRF 2026 Diduga Terobos Barikade

26 October 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com