Suaranusantara.com- Serikat pekerja kini tidak hanya dituntut menjadi garda depan dalam memperjuangkan hak buruh, tetapi juga harus memahami aspek finansial perusahaan secara mendalam.
Hal inilah yang menjadi fokus dalam Workshop Literasi Keuangan Serikat Pekerja, yang digelar di Antara Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 November 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Akademisi Universitas Esa Unggul Jakarta dan Aliansi Serikat Pekerja FSP ASPEK Indonesia, dengan dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, melalui program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM).
Workshop ini bertujuan membangun pemahaman finansial bagi serikat pekerja agar lebih tangguh dalam bernegosiasi dan memperjuangkan kesejahteraan anggotanya.
Dalam kegiatan tersebut, literasi keuangan tidak lagi bisa dipandang sebagai keterampilan tambahan, melainkan alat strategis dalam memperjuangkan hak secara objektif dan berbasis data.
Banyak serikat pekerja di lapangan dinilai masih kesulitan membaca laporan keuangan perusahaan seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas. Kondisi tersebut sering membuat posisi tawar mereka lemah saat berhadapan dengan manajemen. Ketergantungan pada informasi sepihak juga kerap memunculkan salah tafsir dan konflik internal.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan bahwa serikat pekerja yang memahami aspek finansial dapat berperan lebih proaktif dalam menciptakan transparansi dan keadilan di tempat kerja.
“Tanpa literasi keuangan, serikat pekerja berisiko menjadi aktor reaktif, bukan proaktif. Transparansi finansial adalah fondasi demokrasi di tempat kerja,” demikian bunyi pernyataan dalam sesi pembukaan acara tersebut.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dengan peluncuran dua inovasi utama, yaitu:
Buku “Literasi Keuangan Serikat Pekerja: Sebentuk Upaya Penguatan”, yang berisi panduan praktis hasil riset lapangan dan pengalaman pendampingan serikat.
Aplikasi Digital Serikat Pekerja (DSP), sebuah platform yang menyediakan modul literasi keuangan, panduan negosiasi berbasis data, serta ruang kolaborasi antarserikat.
Workshop menghadirkan tiga narasumber ahli, yakni Dr. Daryanto Hesti Wibowo (akademisi dan akuntan profesional), Dr. Bambang Irawan (pakar teknologi informasi), dan Dr. Fajarina (pakar komunikasi politik).
Adapun materi yang dibahas mencakup analisis laporan keuangan perusahaan, indikator kesehatan keuangan, strategi negosiasi berbasis data finansial, serta pengelolaan organisasi serikat yang transparan dan akuntabel berbasis teknologi informasi.
Dengan pelaksanaan workshop ini, diharapkan serikat pekerja dapat lebih siap menghadapi dinamika industri modern dan memperkuat perjuangan mereka melalui pemahaman yang berbasis pada data dan transparansi.


















Discussion about this post