Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto menilai berdirinya Rumah Sakit Kardiologi Emirat–Indonesia di Solo, Jawa Tengah, mencerminkan eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ia menyampaikan bahwa fasilitas kesehatan tersebut dibangun menggunakan hibah senilai USD 25 juta atau sekitar Rp417,3 miliar dari pemerintah UEA.
Dalam peresmian rumah sakit tersebut, Prabowo menyebut dukungan ini menunjukkan perhatian besar dari Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang menurutnya sudah lama menunjukkan kepedulian terhadap Indonesia. Ia menilai inisiatif pembangunan rumah sakit menjadi simbol persahabatan kedua bangsa.
“RS ini adalah simbol persahabatan antara dua bangsa Indonesia dan Uni Emirat Arab,” kata Prabowo saat meresmikan rumah sakit jantung itu.
“Ini adalah kebesaran hati dari presiden Uni Emirat Arab yang mulia Mohammed bin Zayed Al Nahyan, yang selalu memberi perhatian yang sangat besar kepada bangsa kita, dari sejak beliau masih muda,” ucap dia.
Prabowo menekankan bahwa penyediaan pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab negara dan menjadi indikator keberhasilan pemerintahan.
Ia menyebut, keberadaan fasilitas kesehatan berteknologi mutakhir seperti rumah sakit ini penting untuk memperkuat layanan publik di sektor kesehatan.
Presiden juga menerima laporan bahwa rumah sakit tersebut memiliki salah satu perangkat medis paling canggih di Indonesia, dan menjadi satu-satunya di Jawa Tengah dengan fasilitas sekelas itu.
“Karena itu, inisiatif seperti ini sangat penting. Saya dapat laporan rumah sakit ini memiliki peralatan mungkin yang tercanggih di seluruh Indonesia. Saya dapat laporan hanya ada 4 RS di Indonesia yang memiliki peralatan secanggih ini dan di Jawa Tengah ini satu-satunya,” lanjutnya.


















Discussion about this post