Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lampung Jadi Cermin Kebhinnekaan, MPR RI Gelar Pagelaran Budaya Peringatkan Potensi Punahnya Bahasa Daerah

Feri Spt by Feri Spt
19 November 2025
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat pidato di acara pagelaran budaya (dok suaranusantara.com)

Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat pidato di acara pagelaran budaya (dok suaranusantara.com)

3
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com– Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Pagelaran Seni Budaya bertajuk “Menggaungkan Kembali Semangat Persatuan dan Nasionalisme Lewat Kesenian Rakyat Lampung” di Mahan Agung, Teluk Betung Utara, Provinsi Lampung, Rabu (19/11/2025).

Acara yang berlangsung sekitar dua jam ini menampilkan perpaduan narasi kebangsaan dan kesenian tradisional Lampung sebagai media sosialisasi Empat Pilar MPR RI, mulai dari Tari Sigeh Pengunten, syair Hahiwang, hingga fashion show Kain Tapis.

Dalam pembukaan acara, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani menyampaikan bahwa kegiatan sekaligus mengingatkan bahwa MPR RI pernah menjadi lembaga tertinggi negara karena dipandang sebagai penjelmaan kekuasaan rakyat.

BACAJUGA

Siti Fauziah: Isi Kemerdekaan dengan Cinta Tanah Air, Jaga Persatuan, dan Kerja Nyata

Ketua MPR Ahmad Muzani Serukan Persatuan Jadi Kekuatan Utama Indonesia Hadapi Tantangan Zaman

“Undang-Undang Dasar 1945 sebelum diamandemen menyatakan bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR. Karena itulah MPR memegang kekuasaan tertinggi pada masa itu,” tuturnya.

Kala itu, MPR memilih Presiden dan Wakil Presiden dan menetapkan program Presiden yang disebut Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), dan juga berwenang untuk memberhentikan Presiden apabila dinilai melanggar Undang-Undang atau GBHN. Karena saat itu dengan kewenangannya yang sangat besar, MPR menjadi lembaga tertinggi negara.

Namun setelah UUD 1945 diamandemen empat kali, kedudukan MPR berubah. MPR tidak lagi menjadi lembaga tertinggi negara, melainkan sejajar dengan lembaga-lembaga negara lainnya. Mengapa? Karena konstitusi hasil amandemen menegaskan bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang. Rakyat kini memegang kekuasaan tertinggi secara konstitusional.

Presiden pun sekarang dipilih langsung oleh rakyat. Program kerja Presiden ditentukan sendiri oleh Presiden berdasarkan visi dan misi yang dikampanyekan. Lalu apa tugas MPR saat ini? Ada tiga tugas utama, mengubah atau mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945, melantik Presiden dan Wakil Presiden, dan menjaga ideologi negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Karenanya dalam rangka menjaga ideologi negara inilah MPR melakukan sosialisasi Empat Pilar. Hari ini kita melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR melalui seni dan kebudayaan. Mengapa perlu disosialisasikan? Karena masih banyak yang belum memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara saat ini, maupun perubahan UUD 1945 setelah empat tahap amandemen,” sambungnya.

Ahmad Muzani juga menyebut bahwa Lampung adalah contoh nyata bagaimana kebinekaan dipraktikkan. Menurutnya, Lampung menunjukkan bagaimana keberagaman dapat menyatu. Di tanah yang kaya dan subur ini, jumlah penduduk asli Lampung bahkan lebih sedikit dibanding pendatang. Namun orang Lampung menerima siapa pun yang datang dan hidup di bumi Lampung.

“Pendatang pun merasa menjadi bagian dari Lampung, meskipun berasal dari suku yang berbeda. Ketika ada kesenian Lampung seperti begawi dan lainnya, mereka ikut bangga dan merasa sebagai orang Lampung. Karena itu, tradisi budaya Lampung juga dijaga oleh suku-suku lain,” sambungnya.

Contohnya kata Ahmad Muzani, sapaan “tabik pun” selalu digunakan, baik oleh orang Lampung maupun orang Jawa, atau siapa pun yang tinggal dan berkegiatan di Lampung, Kemudian ketiga hadirin menjawab, “iya pun” menjadi contoh nyata bagaimana kebhinekaan hidup di Lampung.

Perkuat Identitas Nasional

Menurutnya, kesenian dan kebudayaan di Lampung merupakan puncak-puncak kesenian lokal yang menjadi kebanggaan dan menjadi ciri daerah. Dalam kebhinekaan itulah kebudayaan nasional diperkuat. Karena itu hari ini kita tampilkan berbagai kesenian, termasuk fashion show untuk menampilkan busana adat Lampung, agar kita mengenal kekayaan budaya Lampung.

Ahmad Muzani juga meminta agar kita tetap menjaga bahasa daerah, sebab saat ini ada sekitar 700 bahasa daerah yang terancam punah, termasuk Bahasa Lampung.

“Bahasa Lampung diperkirakan dapat punah dalam beberapa puluh atau mungkin ratus tahun ke depan karena jumlah penggunanya sedikit dan semakin jarang digunakan sebagai bahasa keluarga di rumah. Ini tidak boleh terjadi. Anak cucu kita harus tetap mengenal bahasa Lampung,” tegasnya.

Dalam momen ini juga sekaligus memperkenalkan bahasa melalui pakaian dan tradisi. Ahmad Muzani pun memanggil model yang mengenakan baju adat Lampung untuk berdiri bersamanya, dan mengaku bangga berada di antara keduanya

“Pakaian adat Lampung ini menunjukkan identitas budaya Lampung yang luar biasa. Gagah, bukan? Cantik juga, bukan? Saya pun merasa gagah berdiri di antara mereka,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan medium paling efektif untuk menjaga keharmonisan antarsuku serta memperkuat identitas Lampung sebagai daerah multikultural yang damai.

“Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang edukasi yang menanamkan nilai persatuan. Lampung telah menjadi rumah bagi berbagai suku bangsa. Kita melihat bagaimana masyarakat dari latar belakang berbeda bisa hidup berdampingan dengan damai. Ini berkat nilai-nilai luhur Piil Pesenggiri dan rajutan Empat Pilar yang terus kita pegang,” ujarnya.

Menurutnya, budaya bukan hanya simbol, melainkan penanda jati diri bangsa. Oleh karena itu, melestarikan budaya berarti menjaga keberlangsungan identitas nasional. Ia mencontohkan bagaimana tradisi adat Lampung mampu menjadi sarana penyelesaian masalah sosial serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Tradisi itu membentuk karakter masyarakat. Dulu segala perselisihan diselesaikan di balai adat, melalui seni, musik, dan ritual yang sarat makna. Di era modern, tradisi itu harus kita adaptasi dan tularkan melalui kreativitas generasi muda. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Lampung lebih luas,” tambahnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya menjadikan kesenian rakyat sebagai fondasi pendidikan karakter di tengah gempuran budaya global. Pelestarian budaya, menurutnya, hanya akan berhasil jika melibatkan kaum muda sebagai pelaku kreatif.

“Kami, Pemerintah Provinsi Lampung, selalu mendorong agar identitas budaya Lampung hadir di seluruh sektor kehidupan masyarakat di pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelayanan publik. Budaya adalah kekuatan besar kita,” tuturnya.

Ia berharap pagelaran seni budaya yang diinisiasi MPR RI ini dapat memperkuat nasionalisme masyarakat Lampung serta menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya daerahnya.

“Kegiatan ini bukan hanya memamerkan kekayaan seni Lampung, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan yang sangat penting bagi masa depan bangsa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” pungkas Rahmat Mirzani Djausal.

Rangkaian acara ini kemudian ditutup dengan penampilan sejumlah kesenian Lampung lainnya, termasuk Tari Bedana, musik gamolan, serta pameran kerajinan Kain Tapis. Para peserta dan tamu undangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kebudayaan.

Melalui kegiatan ini, MPR RI dan Pemerintah Provinsi Lampung meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa melalui seni, tradisi, dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Turut serta dalam kegiatan ini yakni Ketua DPRD Provinsi Lampung yang diwakili oleh Ketua Fraksi Partai Gerindra. Fahrurrozi, ST., MM., beserta anggota DPRD Provinsi Lampung; para anggota Forkopimda Provinsi Lampung atau yang mewakili; Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung; para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tokoh pemuda.

Tags: Ahmad MuzaniMPR RIUUD 1945
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Ilustrasi musim kemarau (Instagram @sugiana73)
Nasional

Hujan Tak Kunjung Turun, Ini Daftar Wilayah dengan Suhu Terpanas Indonesia Sepanjang Agustus 2026

by Feri Spt
20 August 2026

Suaranusantara.com- Selama beberapa bulan ini, sejumlah wilayah di Indonesia...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal Jakarta diguyur hujan, Rabu 19 Agustus 2026 (Instagram @ntvnews.id)
Nasional

Jakarta Diguyur Hujan Seharian, Pramono Anung: Hasil Modifikasi Cuaca

by Feri Spt
20 August 2026

Suaranusantara.com- Jakarta pada Rabu 19 Agustus 2026 dari siang...

Menkeu Purbaya bicara soal insentif motor listrik (Instagram @menkeuri)

Purbaya Ungkap Pemberlakuan Insentif Motor Listrik Akan Dimulai September

20 August 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat kunjungi NTT, Rabu 19 Agustus 2026 (Instagram @menkeuri)

Purbaya Sebut Penanganan Bencana Gempa NTT seperti Tak Ada Koordinasi: Masih Ada Wilayah Terdampak Belum Dapat Bantuan

20 August 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal alasan RI maish andalkan impor minyak (Instagram @bahlillahadalia)

Bahlil Beberkan Alasan RI Masih Andalkan Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari

20 August 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal harga minyak dunia naik turut ibarat orang sakit malaria (Instagram @bahlillahadalia)

Bahlil Umpamakan Harga Minyak Dunia Bagai Orang Sakit Malaria: Pagi Turun, Malam Naik

20 August 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

5 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

5 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

5 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

5 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

5 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan guyur insentif pajak demi percepat proyek geothermal (Instagram @bahlillahadalia)
Nasional

Percepat Proyek Geothermal, Bahlil Berencana Akan Guyur Insentif Pajak Bagi Pengusaha

by Feri Spt
20 August 2026

Suaranusantara.com- Demi mempercepat proyek geothermal atau panas bumi, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana...

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan batasi pembelian Pertalite (Instagram @bahlillahadalia)

Pembelian Pertalite untuk Desil 9-10 Bakal Dibatasi, Bahlil: Masih Dikaji

20 August 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kunjungi NTT, Rabu 19 Agustus 2026 (Instagram @menkeuri)

Purbaya Kunjungi NTT, Prabowo Titip Salam untuk Korban Gempa

19 August 2026
Lestari Moerdijat Dorong Revisi UU TPPO Demi Perlindungan dan Tata Kelola PMI yang Lebih Baik

Lestari Moerdijat Dorong Revisi UU TPPO Demi Perlindungan dan Tata Kelola PMI yang Lebih Baik

19 August 2026
Siti Fauziah: Isi Kemerdekaan dengan Cinta Tanah Air, Jaga Persatuan, dan Kerja Nyata

Peringati Hari Konstitusi 18 Agustus, Siti Fauziah Tegaskan Penguatan Nilai Konstitusi dan Karakter Generasi Bangsa

19 August 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com