Suaranusantara.com- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan keprihatinan terhadap menurunnya kualitas lingkungan perkotaan saat memimpin penanaman 40 pohon Menteng di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/11).
Aksi tersebut bagian dari peringatan HUT ke-40 Bisnis Indonesia dan menjadi momentum awal gerakan tanam pohon bertajuk Merawat Masa Depan.
Rano menilai perlindungan lingkungan tidak dapat lagi dilakukan sebatas acara simbolik. Ia mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim kini sudah terasa langsung, sehingga seluruh pihak diminta melakukan aksi nyata untuk menjaga kelestarian alam.
“Kita butuh kontribusi nyata dalam pelestarian alam. Saat ini, kita merasakan langsung dampak perubahan iklim. Karena itu, kegiatan tanam pohon seperti ini sangat penting sebagai bagian dari upaya bersama merawat masa depan,” ujar Rano.
Pemprov DKI, lanjutnya, terus berupaya memperkuat kebijakan pembangunan ruang hijau, mitigasi iklim, serta transisi menuju ekonomi hijau.
Ia menekankan bahwa Jakarta idealnya memiliki minimal 20 persen ruang terbuka hijau sesuai ketentuan, dan pemerintah daerah terus membuka potensi lahan publik menjadi taman, termasuk di lokasi-lokasi non-konvensional.
Mencermati kebutuhan ekologis perkotaan, Rano menggarisbawahi pentingnya pohon buah seperti Menteng sebagai penunjang keseimbangan ekosistem.
Ia menyampaikan bahwa Taman Menteng memang terasa tenang, namun keberadaan burung mulai jarang terlihat lantaran minim vegetasi penunjang. Penanaman pohon Menteng diharapkan menjadi pemicu hidupnya kembali ekosistem alami di kawasan tersebut.
“Tempat ini damai dan tenang, tapi kita jarang mendengar suara burung karena minim tanaman buah. Dengan menanam pohon Menteng, kita juga menghidupkan ekosistem, menghadirkan kembali burung-burung dan kehidupan lain di taman,” kata Rano.


















Discussion about this post