Suaranusantara.com– Guna mengusut tuntas temuan ribuan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir Sumatera, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni membentuk Satuan Tugas (Satgas).
Sebelumnya, ribuan kayu gelondongan itu ikut terbawa arus banjir yang melanda tiga provinsi yakni Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh.
Pasca banjir, ribuan kayu gelondongan itu menumpuk di jalan dan bahkan menghantam rumah-rumah warga yang dilanda bencana.
Kapolri pun melakukan penyelidikan untuk mengusut sumber kayu gelondongan itu. Untuk itu, Kapolri bersama Menhut membentuk Satgas.
“Sesuai dengan beberapa temuan yang kemudian menjadi atensi dari Bapak Presiden, tentunya kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan menteri kehutanan dan tim untuk membantu satgas gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan temuan-temuan kayu yang diduga juga ini berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah dan korban jiwa yang muncul,” kata Jenderal Sigit saat jumpa pers bersama Menhut di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 4 Desember 2025.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh polisi, Kapolri menyatakan adanya pelanggaran terhadap ribuan kayu gelondongan itu.
Kapolri mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim untuk terjun langsung ke lapangan menyusuri arus sungai yang membawa ribuan kayu gelondongan itu.
“Karena adanya temuan-temuan kayu yang diduga ada kaitannya dengan pelanggaran. Oleh karena itu, kita akan melakukan pendalaman lebih dahulu bersama-sama dengan tim,” kata dia.
Listyo Sigit telah mengerahkan personel ke lokasi. Dia membuka peluang jika ada ingin bergabung untuk mempercepat proses pengusutan.
“Beberapa hari ini, kita sudah turunkan personel dan kita nanti akan bergabung dengan tim dari Kemenhut bila perlu dengan satgas lain yang bergabung sehingga kerja tim bisa lebih cepat dan segera bisa kita infokan,” ujarnya.


















Discussion about this post