Suaranusantara.com- Operasi pencarian terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42 500 masih terus dilakukan hingga memasuki hari keempat, Selasa 20 Januari 2026.
Berdasarkan hasil penyisiran di area lokasi jatuhnya pesawat ATR 42 500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang-barang pribadi milik korban.
“Tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik korban serta bagian pesawat di area pencarian,” ujar Arif di Makassar, Selasa 20 Januari 2026.
Barang-barang itu berupa dokumen pribadi, dompet, buku catatan, serta perangkat elektronik seperti smart watch.
Selain itu, tim juga mengamankan beberapa bagian pesawat, di antaranya pelampung dan fire signal, yang ditemukan di sekitar area kepala pesawat.
Menurut Arif, seluruh temuan telah diamankan, didata, dan dicatat titik koordinatnya sesuai prosedur.
Data tersebut dinilai penting untuk mempersempit area pencarian dan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.
Kata Arif, medan jatuhnya pesawat ATR 42 500 sangat terjal dan berbahaya. Tim SAR pun melakukan pencarian korban dengan metode rappelling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan ketelitian, waktu, serta koordinasi yang kuat antarunsur.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan yang terus bekerja di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang ekstrem.
Ia menilai penemuan barang korban dan bagian pesawat menunjukkan bahwa tim SAR telah berada dekat dengan titik-titik krusial lokasi kecelakaan.
“Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,” ujarnya.
Syafii menambahkan, tantangan utama operasi SAR masih berasal dari faktor cuaca dan kondisi alam, seperti kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat, yang kerap menghambat pergerakan tim baik melalui jalur darat maupun udara.
Meski demikian, operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel hingga seluruh tahapan penanganan dapat diselesaikan
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan dua jasad korban pesawat ATR 42 500. Korban pertama berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Minggu 18 Januari 2026 di jurang Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 200 meter.
Lalu korban kedua berjenis kelamin perempuan ditemukan pada Senin 19 Januari 2026 di jurang Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 500 meter.
Dua jasad tersebut kini telah berhasil dievakuasi setelah sebelumnya mengalami kendala akibat jalur terjal dan cuaca ekstrem.
Evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan teknik mountaineering.
“Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan teknik mountaineering mengingat keterbatasan akses udara akibat angin kencang dan kabut tebal di kawasan puncak Bulusaraung,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 20 Januari 2026.


















Discussion about this post