Suaranusantara.com- Aksi militer yang dilakukan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 memantik kekhawatiran baru di parlemen Indonesia. Eskalasi ini dipandang bukan sekadar konflik bilateral, melainkan berpotensi membawa efek domino terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan perekonomian dunia.
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai intensitas serangan terbuka tersebut dapat menggeser peta geopolitik regional. Menurutnya, dinamika konflik semakin kompleks setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa negaranya ikut terlibat dalam operasi militer yang berlangsung.
Pandangan tersebut memunculkan persepsi adanya agenda strategis besar yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. TB Hasanuddin menilai kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan negara-negara kawasan, yang terpaksa memantau perkembangan Iran dalam suasana penuh ketidakpastian.
Ia juga menilai atmosfer waswas yang menyelimuti kawasan berisiko mengganggu stabilitas regional secara keseluruhan. Ketegangan berkepanjangan, menurut pandangannya, tidak hanya mengancam keamanan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memicu guncangan lanjutan terhadap stabilitas global, termasuk sektor ekonomi dan hubungan antarnegara.
“Dari kejadian ini, kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas,” tegasnya.
Eskalasi militer ini pun dianggap telah mencederai kepercayaan publik terhadap misi perdamaian yang selama ini diklaim melalui mekanisme BoP.
“Kita menjadi semakin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain,” lanjutnya.
Selain masalah keamanan, TB Hasanuddin menaruh perhatian khusus pada ancaman krisis energi yang bisa berimbas langsung pada ekonomi dalam negeri.
“Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam. Ini akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak,” jelasnya.
Melihat situasi yang semakin genting, ia mendesak Pemerintah Indonesia segera mengambil posisi diplomatik yang lugas sesuai amanat konstitusi.
“Presiden atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh dalam isu Timur Tengah melalui partisipasi BoP. Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil, apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, serangan udara Israel telah menyasar beberapa titik di ibu kota Iran sejak Sabtu pagi waktu setempat.
Dua suara ledakan keras yang diikuti kepulan asap tebal dilaporkan terlihat membubung tinggi di langit wilayah pusat dan timur Teheran.
Kantor berita setempat, Fars, melaporkan bahwa serangkaian ledakan dahsyat tersebut dipicu oleh serangan rudal yang menghantam wilayah kedaulatan Iran.


















Discussion about this post