Suaranusantara.com- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merespon soal pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan para Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terdahulu yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Menurut Wakil Ketua Umum (Waketum) PSI, Andy Budiman mengatakan bahwa pertemuan Prabowo dengan Presiden dan Wapres terdahulu merupakan bentuk silaturahmi.
Selain itu, pertemuan digelar juga sebagai bentuk rasa hormat Prabowo kepada pemimpin terdahulu. Ini menjadi bukti Prabowo memimpin dengan rendah hati.
“Inisiatif menggelar silaturahmi ini mencerminkan sikap sedia mendengar, rasa hormat kepada para pendahulu, serta komitmen atas keberlanjutan pembangunan. Presiden Prabowo membuktikan kepemimpinannya bersifat rendah hati dan inklusif,” kata Waketum DPP PSI Andy Budiman dalam pernyataan tertulis, Rabu 4 Maret 2026.
Andy menyuarakan, dari pertemuan tersebut, pesan yang sampai di masyarakat adalah kepentingan nasional berada di atas segala perbedaan politik.
Pertemuan ini juga sebagai bentuk memperkuat stabilitas hingga kepercayaan publik.
“Semangat kebersamaan para pemimpin ini, kami yakin, mampu memperkokoh stabilitas, mempertebal kepercayaan publik, dan memastikan bahwa akan terus hadir kebijakan yang berpihak pada rakyat,” ujar Andy.
Terakhir, PSI berharap kebersamaan para pemimpin bangsa ini terus terjaga meski di sana-sini wajar jika ada perbedaan pandangan.
Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, mantan Menteri Luar Negeri, dan para Ketua Umum Partai Politik dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Selasa 3 Maret 2026.
Sekretariat Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan pertemuan ini digelar sebagai ruang diskusi lintas generasi.

















Discussion about this post