Suaranusantara.com- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus pemerintah dalam mencegah stunting atau kurang gizi.
Stunting ini dapat memengaruhi kecerdasan anak Indonesia. Dadan mengatakan, rata-rata IQ orang Indonesia berada di angka 78.
Maka dari itu, BGN kini tengah memfokuskan MBG untuk dua fase yakni 1.000 hari pertama kehidupan yang menentukan perkembangan kecerdasan, serta fase usia sekolah yang berperan dalam pertumbuhan fisik yang optimal.
“Kita harapkan dengan program ini stunting-nya bisa dicegah, karena rata-rata IQ Indonesia sekarang 78 kita dengan harapan dengan hadirnya program ini nanti 10 tahun 15 tahun ke depan yang lahir hari ini, 20 tahun kemudian akan jadi tenaga kerja produktif itu sudah tidak stunting, dan tinggi badannya naik karena kita intervensi dari sekarang,” ujar Dadan, dalam keterangannya, Senin 20 April 2026.
Kata Dadan, berangkar dari banyaknya kasus stunting di Indonesia, membuat Presiden RI Prabowo Subianto mencetuskan program MBG.
Program MBG diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terlebih lagi, pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi, jadi perlu diimbangi.
“Program ini sebetulnya berawal dari kegelisahan Presiden, karena Indonesia masih tumbuh 6 orang per menit, tiga juta per tahun dan masih akan tumbuh mencapai 324 juta tahun 2045, dan sekarang permasalahannya bukan pertumbuhannya tapi berasal dari mana pertumbuhan itu,” tutur dia.
Dadan lantas menyoroti masih rendahnya rata-rata lama pendidikan masyarakat Indonesia yakni hanya sembilan tahun.
Hal ini, kata dia, menyebabkan banyak anak yang tidak bisa mengakses makan bergizi seimbang.
“Jadi, anak-anak Indonesia itu, dewasa ini banyak lahir dari orangtua yang pendidikannya hanya lulusan SD. Sehingga tidak heran kalau 60 persen anak tidak punya akses terhadap makan bergizi seimbang, 60 persen anak itu jarang minum susu bahkan tidak mampu minum susu,” ujar Dadan.
Selain dampak pada kesehatan dan pendidikan, Dadan juga menyampaikan dampak yang lebih luas dari program MBG, salah satunya dampak terhadap ekonomi lokal.
Hingga saat ini, MBG telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia melalui 27.000 SPPG dengan total penyerapan anggaran mencapai Rp 60 triliun.
Anggaran tersebut telah tersebar dari Sabang hingga Merauke dan berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah, termasuk di tingkat desa.
“Alhamdulillah sekarang sudah menyebar di seluruh Indonesia, dan hari ini sudah menyerap anggaran Rp 60 triliun di mana anggaran itu seluruhnya sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah,” imbuh Dadan.


















Discussion about this post