Suaranusantara.com- Masih terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat yang mendapatkan respons dari publik, Pimpinan MPR telah melaksanakan Rapat Pimpinan (Rapim) Pimpinan MPR, yang kemudian dilanjutkan dengan Rapat Gabungan (Ragab) Pimpinan MPR bersama Pimpinan Fraksi dan Kelompok DPD serta Pimpinan Alat Kelengkapan MPR.
“Alhamdulillah, rapat tersebut telah menghasilkan beberapa poin keputusan berdasarkan aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman melalui media massa, termasuk aspirasi dari SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas,” kata Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman dalam keterangan pers usai Rapat Gabungan di Lobby Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2025). Turut mendampingi Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto dan Plt Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah.
Menurut Akbar Supratman, dalam beberapa hari terakhir, Pimpinan MPR telah mendengarkan seluruh aspirasi dan keresahan yang berkembang di publik. Dia mengungkapkan poin penting yang menjadi kesimpulan. Yaitu, pertama, evaluasi pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI secara menyeluruh. “Rencana evaluasi total ini sudah kami sampaikan kepada Pimpinan MPR melalui fraksi-fraksi yang ada,” ujarnya.
Kedua, fokus juri dan lokasi baru. “Ke depan, dewan juri akan difokuskan kepada ahli hukum tata negara di masing-masing daerah serta melibatkan pihak kampus. Kegiatannya pun akan difokuskan di lingkungan universitas agar suasananya lebih sesuai dan akademis,” jelasnya. Ketiga, komitmen lembaga terkait dengan sportivitas dan independensi.
Akbar Supratman menyebutkan Pimpinan Badan Sosialisasi bersama Kesekjenan MPR RI akan ke Pontianak, Kalimantan Barat, bertemu dengan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas untuk menyampaikan keputusan resmi dari Rapat Pimpinan MPR dan Rapat Gabungan hari ini.
“Selain itu, mengakomodasi aspirasi dari teman-teman semua, kami berencana untuk mengusulkan Adik Josepha Alexandra (Ocha) untuk menjadi Duta LCC. Perwakilan dari Kesekjenan akan menyampaikan tawaran tersebut secara langsung, mudah-mudahan bisa diterima dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, Pimpinan MPR melalui Kesekjenan telah menerima rombongan dari SMA Negeri 1 Pontianak pada Kamis, 14 Mei 2026, dan menerima surat resmi berisi pernyataan dari SMA Negeri 1 Pontianak yang menyatakan dukungan penuh kepada SMA Negeri 1 Sambas. “Pernyataan ini dibuat tanpa ada paksaan maupun tekanan dari pihak manapun,” tutur Akbar Supratman.
Dalam nomor surat : 400.3.11398-SMAN 1.01 Pontianak yang ditujukan kepada Ketua MPR RI, yang dibacakan Plt Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah, ada delapan poin pernyataan di antaranya SMA Negeri 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga penyelenggara lomba maupun individu tertentu; Sejak awal, SMA Negeri 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.
Kemudian, SMA Negeri 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan, serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMA Negeri 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat nasional tahun 2026; SMA Negeri 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba cerdas cermat yang diulang, sebagaimana informasi yang sempat disampaikan oleh MPR RI.
Dalam kesempatan itu, Akbar Supratman mengucapkan terima kasih kepada publik dan rekan-rekan media.
“Perhatian yang besar ini menggambarkan bahwa kegiatan LCC Empat Pilar MPR sangat positif, terutama dalam rangka mensosialisasikan Empat Pilar MPR di kalangan Gen Z dan Gen Alpha,” katanya.
Akbar juga memohon maaf dan meminta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar pelaksanaan LCC ke depan dapat berjalan dengan lebih baik.


















Discussion about this post