Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lestari Moerdijat: Peran Masyarakat Adat Penting dalam Membangkitkan Kembali Ekosistem Pangan Lokal

Drt by Drt
21 May 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat

1
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa semangat Kebangkitan Nasional harus mampu mewujudkan pemahaman dan pengetahuan anak bangsa, terkait pentingnya peran masyarakat adat dalam melestarikan keanekaragaman hayati dan sumber pangan di tanah air.

“Wilayah adat menyimpan banyak kawasan hutan dan sumber pangan lokal yang penting bagi keberlanjutan ekosistem. Masyarakat adat merupakan benteng terakhir dalam penyelamatan keanekaragaman hayati dan perwujudan kedaulatan pangan berkelanjutan,” kata Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Keanekaragaman Hayati, Masyarakat Adat, dan Pangan yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 , Rabu (20/5).

Diskusi yang dimoderatori Arimbi Heroepoetri, S.H., L.LM (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu, menghadirkan Hilmar Farid, Ph.D (Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek RI periode 2019 – 2024), Helianti Hilman, S.H., L.LM (Founder Javara Indigenous Indonesia), dan Dicky Senda (Pendiri Komunitas Lakoat Kujawas) sebagai narasumber.

BACAJUGA

Lestari Moerdijat: Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru untuk Dorong Kualitas Pengajaran di Tanah Air

Edhie Baskoro Wakil Ketua MPR RI Dorong Penguatan E-Sports Nasional sebagai Motor Ekonomi Digital dan Prestasi Bangsa

Selain itu hadir Sapariah Saturi (Managing Editor di Mongabay Indonesia) sebagai penanggap.

Menurut Lestari, peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei yang mengusung tema Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara, berkorelasi erat dengan tema peringatan hari Keanekaragaman Hayati Internasional pada 22 Mei mendatang yang mengusung tema Bertindak pada Ranah Lokal yang Berdampak Global.

Dua peringatan tersebut, ujar Lestari, berupaya membangun momentum untuk membangun kepedulian para pemangku kepentingan dan masyarakat terhadap masa depan.

Lestari berpendapat bahwa di tengah ancaman krisis iklim dan penyeragaman konsumsi, wilayah adat terbukti mampu menjaga ekosistem sekaligus menyediakan sumber nutrisi yang melimpah secara mandiri.

Data Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) mencatat, sedikitnya 4,9 juta hektar areal budidaya masyarakat adat menjadi tumpuan sistem pangan lokal mandiri.

Masyarakat adat dan komunitas lokal, ujar Lestari, secara tradisional terbukti ikut melestarikan 80% biodiversitas dunia.

Rerie, sapaan akrab Lestari, mengungkapkan bahwa keanekaragaman hayati di Indonesia merupakan sumber pangan yang kerap terlupakan.

Padahal, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat Indonesia memiliki lebih dari 5.500 jenis tanaman pangan dan 33.000 jenis tanaman obat.

Rerie menambahkan, data historis menunjukkan bahwa di masa lalu, konsumsi pangan pokok masyarakat Indonesia masih sangat beragam, yaitu beras (53,5%), singkong (22,26%), jagung (18,9%), sagu dan umbi-umbian (4,99%).

Tetapi dalam perkembangannya, ujar dia, terjadi penyeragaman masif di mana konsumsi nasional didominasi oleh beras (74,6%) dan gandum (25,4%).

Penyeragaman itu, jelas Rerie, mendesak wilayah adat untuk membuka lahan tanaman industri pangan monokultur yang justru merusak tata ruang lokal.

“Padahal, kita mampu membangun ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Setiap inisiatif pembangunan mesti bertolak dari modalitas pengetahuan dan kearifan lokal yang kita miliki,” pungkas Rerie.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek RI periode 2019 – 2024 Hilmar Farid berpendapat bahwa sejatinya Indonesia itu merupakan megabiodiversity no 2 terbesar di dunia.

Indonesia, ujar Hilmar, memiliki 85% cadangan sagu dunia, memiliki lebih dari 100 jenis sumber karbohidrat lokal, dan 700 bahasa daerah (budaya hidup).

Namun, tegas Hilmar, dengan sejumlah fakta itu, Indonesia lebih memilih mengimpor gandum untuk memenuhi kebutuhan sebagian karbohidrat masyarakat.

“Hal ini menunjukkan ada permasalahan mindset dalam membangun kedaulatan pangan kita,” ujarnya.

“Sistem pangan kita menurut Hilmar sangat terpusat. Padahal kita adalah negara kepulauan,” tambah Hilmar.

Menurut dia, desentralisasi pangan nasional merupakan solusi pemenuhan kebutuhan dasar di masa depan untuk menegakkan kedaulatan pangan.

Menurut Hilmar, menempatkan masyarakat adat pada posisi penting dalam pengembangan dan penguatan pangan nasional harus diwujudkan.

Founder Javara Indigenous Indonesia Helianti Hilman berpendapat, wilayah Indonesia dengan keragaman hayati yang dimilikinya adalah sumber berbagai bahan makanan.

Berkembangnya gaya hidup sehat di dunia saat ini, ujar Helianti, membuka peluang besar bagi industri pangan lokal dengan bahan-bahan lokal untuk memasok kebutuhan pasar global.

“Keragaman dan keunikan sumber bahan pangan lokal, serta budaya kita merupakan kekuatan untuk mengekspor produk-produk pangan khusus ke luar negeri,” ujar Helianti.

Menurut dia, yang terjadi saat ini adalah krisis kebijakan pangan, bukan krisis pangan. Karena, tegas Helianti, sejatinya Indonesia memiliki beragam sumber pangan.

Pendiri Komunitas Lakoat Kujawas di Pegunungan Mollo, Timor, Nusa Tenggara Timur, Dicky Senda berpendapat bahwa sistem pangan lokal harus konsisten dibangun, sehingga pengetahuan berkelanjutan terkait pangan lokal dapat terus hidup dari generasi ke generasi.

Menurut Dicky, sumber bahan pangan lokal di Timor sejatinya beragam dan sudah dikonsumsi masyarakat secara turun temurun.

Namun, stigma yang berkembang di Timor itu saat ini adalah kekurangan pangan, karena pangan hanya dimaknai makan nasi.

Peningkatan pengetahuan terkait pangan lokal sejak dini, menurut Dicky, harus menjadi perhatian semua pihak, sebagai bagian pengembangan dan keberlanjutan budaya pangan lokal.

Managing Editor di Mongabay Indonesia Sapariah Saturi berpendapat, sejumlah fakta yang disampaikan para narasumber mengungkapkan bahwa peran masyarakat adat sangat sentral dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

Hal itu, tegas dia, harus menjadi pendorong bagi pemerintah untuk segera mengakui hak-hak masyarakat adat.

Tanpa hak dan pengakuan terhadap masyarakat adat, jelas Sapariah, berbagai kekayaan keragaman hayati dan sumber pangan yang kita miliki terancam punah.

Menurut Sapariah, kehadiran UU Masyarakat Adat sangat diharapkan, sebagai bagian dari upaya pengakuan hak masyarakat adat di tanah air.

Wartawan senior Usman Kansong berpendapat bahwa problem yang terjadi pada keanekaragaman pangan adalah konsekuensi dari evolusi peradaban manusia dari masyarakat berburu menuju masyarakat pertanian dan industri.

Pada masyarakat pertanian, ujar Usman, mulai terjadi domestikasi pangan baik berupa tanaman dan hewan. Pada fase ini, keseragaman mulai terjadi.

Pada masyarakat industri, tambah dia, keseragaman didikte oleh pasar. Saat ini Indonesia sedang mengembangkan food estate dengan membabat hutan yang merupakan sumber keanekaragaman pangan kita.

“Yang ditanam memang padi, ubi kayu, dan jagung, tetapi untuk kebutuhan pemenuhan bahan bakar yaitu bioetanol. Artinya perut kita bersaing dengan tangki kendaraan bermotor,” ujar Usman.

Menurut Usman, upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti menanam sumber pangan pokok selain padi untuk konsumsi sehari-hari.

Tags: Kebangkitan NasionalLestari MoerdijatMasyarakat AdatWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Mahfud MD Desak Kejagung Turut Periksa Nanik S Deyang Terkait Korupsi MBG

by Feri Spt
10 June 2026

Suaranusantara.com- Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S Deyang, selaku...

Chatib Basri bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta pada Selasa 9 Juni 2026 (Instagram @chatibbasri)
Nasional

Chatib Basri Angkat Bicara Soal Diisukan Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

by Feri Spt
10 June 2026

Suaranusantara.com- Ekonom senior, Chatib Basri angkat bicara terkait dirinya...

Presiden RI Prabowo bertolak ke Lampung, Rabu pagi 10 Juni 2026 (Instagram @presidenrepublikindonesia)

Bertolak ke Lampung Rabu Pagi, Prabowo Resmikan RSUD dan Hadiri Munas HIPMI

10 June 2026
Rombongan DEN temui Presiden RI Prabowo Subianto bahas soal MBG (instagram @sekretariat.kabinet)

Rombongan DEN Temui Prabowo di Istana, Beri Saran Soal MBG

10 June 2026
Menkes Budi Gunadi saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)

Menkes Budi Gunadi Temui Prabowo di Istana, Seskab Beberkan Isi Pertemuan

10 June 2026
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green Mulai 10 Juni 2026, Pasokan BBM Dipastikan Tetap Aman

Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green Mulai 10 Juni 2026, Pasokan BBM Dipastikan Tetap Aman

10 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Rombongan DEN yang diketuai Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Selasa 9 Juni 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)
Ekonomi

Rupiah Semakin Tertekan Rp 18.000 per Dolar AS, Luhut Cs Ingatkan Prabowo Soal Potensi Harga Naik Berdampak Langsung Kalangan Menengah ke Bawah

by Feri Spt
10 June 2026

Suaranusantara.com- Rupiah diketahui hingga Rabu 10 Juni 2026 masih berada di posisi zona merah yakni Rp.18.000 per...

Harga Emas Perhiasan Raja Emas Indonesia Turun pada Rabu, Hartadinata Abadi dan Laku Emas Tetap Stabil

Harga Emas Perhiasan Raja Emas Indonesia Turun pada Rabu, Hartadinata Abadi dan Laku Emas Tetap Stabil

10 June 2026

Survei DEN ungkap Program MBG Serap 99 Persen Tenaga Kerja Lokal

10 June 2026

Survei DEN: Program MBG Tunjukkan Dampak Positif di Berbagai Sektor

10 June 2026

Prabowo Ajak Negara-Negara Dunia Perkuat Kerja Sama Hadapi Tantangan Global

10 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com