Suaranusantara.com – Sekretaris Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto mengungkapkan hasil survei Dewan Ekonomi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada sektor penyerapan tenaga kerja.
Menurut Septian, hasil survei menunjukkan program tersebut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Hampir seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berasal dari masyarakat sekitar.
“Yang ketiga temuan kita adalah tenaga kerja, itu hampir 99% memang dari warga sekitar,” ujar Septian, dalam keterangannya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Selasa (9/6/2026).
Selain menyerap tenaga kerja lokal, DEN juga mencatat sekitar 65 persen UMKM yang terlibat dalam rantai pasok Program MBG berasal dari kabupaten yang sama dengan lokasi SPPG.
Septian menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak didominasi oleh pemasok besar, melainkan memberikan peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang.
“Ada sekitar 65 persen sektor UMKM-nya ini berada di dalam satu kabupaten di mana SPPG itu berada. Jadi ini juga penting bahwa ini bukanlah supplier besar yang masuk, tapi UMKM-UMKM yang muncul itu memang UMKM yang ada di dalam kabupaten atau lokasi di mana SPPG tersebut berada,” jelas Septian.
Meski demikian, DEN menilai masih terdapat ruang perbaikan, terutama dalam aspek dukungan permodalan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas variasi produk yang disuplai ke SPPG.
DEN juga menilai dampak ekonomi yang ditimbulkan Program MBG turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jadi ini kami juga melihat, ini juga menjadi salah satu pendorong kenapa kemarin pertumbuhan kita mencapai 5,61 persen,” pungkas Septian.


















Discussion about this post