Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto pada Senin siang 27 Juli 2026 memanggil para petinggi BPI Danantara, ke Istana Kepresidenan, Jakarta.
Prabowo bersama Rosan Roeslani membahas sejumlah hal di antaranya pemangkasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga industri perkapalan.
Adapun petinggi Danantara yang hadir dalam rapat bersama Prabowo di antaranya CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, CTO Danantara Sigit Puji Santosa.
Lalu rapat juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Selain itu, rapat juga membahas mengenai penggabungan beberapa perusahaan plat merah di sektor perbankan, finansial, logistik, rumah sakit, hingga perhotelan.
“Seperti penggabungan aset management di perbankan, di bidang finansial, PNM gitu juga kita lakukan, kemudian di bidang logistik, kemudian penggabungan di bidang apa diakseleerasi lebih lanjut untuk yang rumah sakit dan perhotelan,” ujar CEO Rosan Roeslani, Senin 27 Juli 2026.
Dari rapat juga dibahas rencana mengadakan Danantara Housing, atau program pembelian hunian miliki perusahaan plat merah yang mendapatkan bunga rendah.
“Kemudian juga rencana kita akan melakukan… kan ada beberapa pembangunan sifatnya apartemen atau rumah yang selama ini belum… sudah dibangun oleh BUMN tapi belum bisa terjual, kita akan mengadakan Danantara Housing
untuk itu bisa dibeli oleh masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik dan juga dengan cara pembayaran yang lebih baik,” katanya.
Terkait industri perkapalan, menurut Rosan, presiden meminta adanya pengembangan armada untuk kapal logistik Indonesia. Melihat banyaknya pengiriman barang menggunakan kapal berbendera asing.
“Yang di mana sekarang dilihat oleh Bapak Presiden, pengiriman barang-barang itu 95% berbendera asing. Bagaimana supaya ini ke depannya juga supaya bisa berbendera Indonesia, dan diminta rencana pengembangannya itu seperti apa,” katanya.


















Discussion about this post