Suaranusantara.com- Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa setelah Juli 2026 seluruh rakyat Indonesia waspada.
Hal ini disampaikan Luhut saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta pada Rabu 17 Juni 2026. Dalam pertemuannya itu, Luhut mewanti-wanti Prabowo untuk waspada soal ekonomi.
Luhut mengatakan memang kondisi ekonomi saat ini aman meski di tengah geopolitik global yang tak menentu.
Namun, apabila kondisi geopolitik global masih berlanjut, maka siap-siap setelah Juli 2026 waspada. Luhut menyampaikan peringatan itu saat bertemu dengan Prabowo di Istana
“Jadi kami laporkan bahwa sampai Juli ini keadaan kita masih baik. Setelah Juli kita waspadai kalau perang ini masih berlanjut,” ujar Luhut dalam acara Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis 18 Juni 2026
Meski demikian, ia melihat perkembangan positif setelah muncul sinyal perdamaian antara AS dan Iran yang mendorong penurunan harga minyak dunia.
Mengutip Reuters, hari ini harga minyak mentah Brent turun 89 sen atau 1,12 persen menjadi US$78,66 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 98 sen atau 1,28 persen ke level US$75,81 per barel.
“Kemarin (ada kesepakatan) damai, kita lihat (harga) Brent turun, sudah turun ke 80-an di bawah,” ujarnya.
Luhut menilai Indonesia memiliki peluang untuk melangkah lebih maju dibandingkan negara lain apabila seluruh pihak dapat bekerja secara kompak.
“Saya bilang ke Presiden, ‘Kita ini mungkin one step ahead dari banyak negara lain, asal kita sekarang kompak aja’,” ujarnya.
Oleh karena itu, Luhut meminta seluruh pihak memberi ruang bagi Prabowo untuk menjalankan berbagai program prioritas pemerintah.
“Jadi kita kasih kesempatan Presiden untuk eksekusi mimpi-mimpi besarnya,” ujarnya.


















Discussion about this post