Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lestari Moerdijat: Butuh Sinergi semua Pihak Wujudkan Pendidikan Inklusif

snc4 by snc4
1 July 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

3
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Sistem pendidikan inklusif dan terjangkau bagi setiap warga negara masih jauh dari harapan. Sinergi semua pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya.

“Sejatinya kita punya Konstitusi dan sejumlah kebijakan yang mendukung pendidikan yang inklusif, tetapi implementasinya masih harus jadi perhatian semua pihak,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, saat membuka diskusi daring bertema Menciptakan Sistem Pendidikan yang Inklusif dan Terjangkau Bagi Generasi Indonesia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (1/7).

Diskusi dimoderatori Nur Amalia (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI), menghadirkan
Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. (Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek RI),
Prof. Dr. Niko Sudibjo, S.Psi., M.A., Psikolog (Dekan Fakultas Pascasarjana Pendidikan dan Ketua Program Studi Magister Pendidikan di Universitas Pelita Harapan /UPH), dan Totok Amin Soefijanto, Ed.D (Pengamat Pendidikan dan Rektor Institut Media Digital Emtek Jakarta) sebagai narasumber.

BACAJUGA

Hari Masyarakat Adat Sedunia, Lestari Moerdijat: Harus Jadi Momentum Pengakuan Hukum bagi Masyarakat Adat di Tanah Air

Kejahatan TPPPO Semakin Marak, Lestari Moerdijat Desak Membangun Sistem Perlindungan Warga Negara

Selain itu, hadir pula Indra Charismiadji (Pengamat Kebijakan Pendidikan) dan Pujiaryati Anggiasari (GEDSI Specialist dan Safeguarding)
sebagai penanggap.

Menurut Lestari, Pasal 31 ayat 1 dan 2 pada UUD 1945 dengan tegas menjamin pendidikan sebagai hak setiap warga negara dan kewajiban pemerintah untuk membiayainya.

“Namun, apakah anggaran pendidikan yang ada saat ini sepenuhnya untuk sektor pendidikan, menjangkau kelompok rentan, dan skema pembiayaan yang diterapkan sudah tepat?” tanya Rerie, sapaan akrab Lestari.

Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu berharap, pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang sedang berlangsung, dapat menjadi momentum memperbaiki kebijakan yang mampu menjawab sejumlah permasalahan yang ada.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar upaya membuka pintu bagi semua warga negara.

Lebih dari itu, tegas Rerie, harus mampu diupayakan agar setiap anak Indonesia tidak ada yang tertinggal dalam pendidikan, sebagai bagian mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang diamanatkan Pancasila.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek RI Beny Bandanadjaja berpendapat bahwa pada dasarnya Kemendiktisaintek terus berupaya mewujudkan pendidikan yang inklusif dan terjangkau, sebagai bagian dari menjalankan amanah Pasal 31 UUD 1945 yang mewajibkan negara menyelenggarakan sistem pendidikan yang mampu mencerdaskan bangsa.

Menurut Beny, perguruan tinggi terus berupaya menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi sejumlah permasalahan di berbagai daerah.

Pada kesempatan itu, Beny memaparkan, berdasarkan informasi panitia penerimaan mahasiswa baru, pada 2025, tercatat 17.000 calon mahasiswa yang tidak mendaftar ulang dengan berbagai alasan, tidak semata masalah biaya.

Sementara tahun ini, jelas dia, proses penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung dan berakhir pada akhir Juli 2026.

Untuk membuka akses seluas-luasnya, ujar Beny, perguruan tinggi negeri juga menerapkan sistem leveling pada uang kuliah tunggal (UKT), sesuai kemampuan keuangan keluarga calon mahasiswa.

Dekan Fakultas Pascasarjana Pendidikan dan Ketua Program Studi Magister Pendidikan UPH
Niko Sudibjo berpendapat bahwa dalam setiap pembicaraan terkait pendidikan inklusif tidak terlepas dari soal biaya.

Padahal, menurut Niko, ada perspektif lain yang bisa diupayakan agar pendidikan lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat, yaitu dengan pengelolaan perguruan tinggi yang lebih fleksibel.

Menurut Niko, sistem pendidikan yang diterapkan saat ini agak kaku. Sehingga, tambah dia, terjadi kesenjangan antara kebutuhan hidup masyarakat dan struktur pendidikan yang diterapkan.

Fleksibilitas pengelolaan perguruan tinggi, menurut Niko, bisa direalisasikan dengan menerapkan sistem pembelajaran hibrid untuk mengatasi kendala geografis. Sistem pembelajaran bisa dilakukan secara bertahap, dan fleksibilitas pembiayaan untuk menekan beban finansial.

Pengamat Pendidikan Totok Amin Soefijanto berpendapat bahwa fenomena adanya calon mahasiswa yang lulus tetapi tidak mendaftar ulang disebabkan sejumlah hal.

Antara lain, tambah Totok, UKT yang tinggi, ketidaksesuaian jurusan, dan verifikasi KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah negatif.

Berdasarkan catatan Totok, pada 2022, pelamar KIP Kuliah tercatat 151.500 orang, dan pada 2025 tercatat 255.500 orang.

Namun, ujar dia, rata-rata hanya 50% dari pendaftar, diterima permohonan KIP Kuliahnya, yang sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat desil 1-4 (sangat miskin dan miskin).

“Negara wajib hadir untuk mempermudah akses pendidikan setiap warga negara seperti yang diamanatkan Pasal 31 UUD 1945,” ujar Totok.

Agar mempermudah akses pendidikan, Totok menyarankan penerapan KIP Kuliah yang parsial dengan skema bantuan bertingkat, transparansi penerapan UKT, penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akurat, dan pendampingan calon mahasiswa untuk mengaudit penyebab mundur, dan kanal bantuan sebelum masa pendaftaran ditutup.

Bila akses pendidikan ditentukan oleh kemampuan membayar, tegas Totok, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 akan sulit diwujudkan.

Pengamat Kebijakan Pendidikan Indra Charismiadji berpendapat bahwa problem calon mahasiswa tidak mendaftar ulang karena tidak mampu membayar UKT, mencerminkan kita sedang menghadapi fenomena higher education middle income trap, karena negara tidak menjalankan amanah Pasal 31 ayat 5 UUD 1945.

Saat ini, ujar Indra, kampus hanya menjalankan fungsinya sebagai learning university. Padahal, jelas dia, Konstitusi mengamanatkan perguruan tinggi untuk menjadi pusat riset.

“Bila kondisi saat ini diteruskan akan berat bagi masyarakat untuk bisa mengakses pendidikan,” ujar Indra.

Sementara itu, GEDSI Specialist dan Safeguarding Pujiaryati Anggiasari berpendapat bahwa pendidikan yang inklusif sangat dibutuhkan bagi para penyandang disabilitas.

Menurut Anggiasari, saat ini hanya sekitar 4% dari penyandang disabilitas yang dapat mengakses pendidikan formal.

Angka itu, jelas Anggiasari, memperlihatkan betapa sulitnya penyandang disabilitas mendapatkan pendidikan.

Bukan semata masalah UKT, tegas dia, tetapi juga biaya-biaya yang tersembunyi yang harus ditanggung.

Seperti antara lain, tambah Anggiasari, kebutuhan alat bantu, pendamping, sarana dan prasarana yang mendukung. Belum lagi, kebutuhan bahan ajar dengan format alternatif yang membebani penyandang disabilitas.

“Kendala yang dihadapi penyandang disabilitas dalam berupaya mengakses pendidikan sangat nyata,” tegas Anggiasari.

Pada kesempatan itu, Wartawan Senior Saur Hutabarat menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa itu merupakan tanggung jawab negara, bukan tanggung jawab warga, orang tua mahasiswa, atau mahasiswa.

“Selama amanah Konstitusi itu tidak dijalankan, cita-cita Indonesia Emas 2045 itu hanya mimpi,” ujar Saur. ***

Tags: Lestari MoerdijatPendidikan InklusifWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Mensesneg Prasetyo Hadi bicara soal isu reshuffle kabinet (Instagram @kemensetneg.ri)
Nasional

Lagi-lagi Santer Isu Reshuffle Kabinet, Istana Bantah

by Feri Spt
10 August 2026

Suaranusantara.com- Istana angkat bicara soa isu reshuffle kabinet atau...

Presiden RI Prabowo Subianto saat menggelar sidang kabinet pada Senin 20 Juli 2026, berkomitmen entaskan kemiskinan di RI (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Isu Reshuffle Kabinet Santer Menguat, PKB: Hak Prerogatif Prabowo Selaku Presiden

by Feri Spt
10 August 2026

Suaranusantara.com- Isu reshuffle kabinet atau perombakan di jajaran menteri...

Ilustrasi pawai 17 Agustus (Instagram @robyfadlyy)

Terkuak! Ini Alasan MUI Terbitkan Fatwa Haram Pria Dilarang Berbusana Wanita Saat Peringatan 17 Agustus

10 August 2026
Ilustrasi pawai atau karnaval 17 Agustus. Peserta pawai mengenakan kostum cosplay jadi tokoh di uang Rp.1000 (Instagram @aririyan.official)

Fatwa MUI Terbitkan Larangan Pria Berbusana Wanita Acara Peringatan 17 Agustus: Haram Hukumnya

10 August 2026
Ilustrasi pernak-pernik 17 Agustus. Gapura yang dibuat dengan memanfaatkan barang bekas galon (Instagram @re_nurs11)

Nggak cuma Bendera Merah Putih! Ini Kumpulan Pernak-pernik 17 Agustus, Pokoknya HUT ke 81 RI Auto Meriah dan Seru

10 August 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi bicara soal calon Gubernur BI (Instagram @presidenguenih)

Mensesneg Ungkap Prabowo Sudah Siapkan Nama-nama Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo, Siapa?

10 August 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

5 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

5 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

5 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

5 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

5 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka (Instagram @kaesang.psi)
Nasional

Survei IPO: 63 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran

by Feri Spt
10 August 2026

Suaranusantara.com- Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto...

Momen pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan PT Pertamina (Instagram @sekretariat.kabinet)

Hari Minggu Dirut Pertamina Menghadap Prabowo ke Hambalang, Apa yang Dibahas?

10 August 2026
Momen pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan PT Pertamina (Instagram @sekretariat.kabinet)

Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Prabowo Beri Arahan Pangkas Anak Cucu BUMN

10 August 2026
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira bicara soal elektabilitas Presiden Prabowo Subianto (Instagram @andreaspareira)

Begini Respon PDI Perjuangan Soal Elektabilitas Prabowo Teratas

10 August 2026
HNW

HNW Apresiasinya Terbitnya PMA Ditjen Pesantren

10 August 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com