Suaranusantara.com- Belum genap dua bulan sejak dilantik jadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 8 Juni 2026 lalu, Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S Deyang mundur dari jabatannya.
Pengunduran diri Nanik disampaikan melalui media sosial Facebook miliknya pada Rabu dini hari 22 Juli 2026 lantaran kondisi kesehatannya.
Nanik, mengatakan dirinya sudah berpamitan kepafa Presiden Prabowo Subianto. Prabowo pun telah merestui pengunduran diri Nanik dan prihatin atas kondisi kesehatannya.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui,” tulisnya pada Rabu 22 Juli 2026.
Dalam unggahannya di Facebook, Nanik mulanya menyampaikan dirinya menghormati Presiden Prabowo Subianto yang telah menjabat hampir dua tahun.
Menurut dia, Prabowo selama menjadi Presiden merupakan sosok yang tegar, sehat dan kuat secara mental dan kesehatan walau dihantam sana-sini.
“Saya harus angkat topi setinggi-tingginya pada Pak Presiden Prabowo. Bagaimana beliau secara mental dan kesehatan dihantam habis selama hampir 2 tahun ini (bahkan sudah sejak belasan tahun lalu), namun beliau tegar, sehat dan kuat serta pantang menyerah,” ujar Nanik.
Melihat kondisi Prabowo yang demikian kuat, Nanik merasa malu lantaran dirinya relatif masih lebih muda dan hanya sebagai Kepala BGN, tetapi sudah ambruk selama hampir dua bulan.
Sementara, Nanik menegaskan Prabowo harus memikirkan berbagai macam permasalahan sebagai kepala negara
“Sumpah saya malu semalu-malunya, yang secara umur relatif jauh masih muda, secara tanggung jawab hanya Kepala BGN, tapi belum genap dua bulan saya pimpin BGN saya ambruk,” tulis Nanik.
Lebih lanjut, ia menceritakan kondisi kesehatannya yang menurun karena terdapat sumbatan di arteri jantung yang dipicu oleh stress yang luar biasa dan kolesterol yang tinggi.
“Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa! Saya saat ini memimpin lembaga yang semua orang mencibir karena semua taulah, jadi bisa dibayangkan ancurnya,” tutur Nanik.
Nanik juga mengatakan tugas perbaikan tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) masih dapat teratasi, meski terasa berat.
Selain itu, ia membeberkan dirinya merasa trauma akut untuk mengatur anggaran yang besar program tersebut.
“Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yg membuat saya trauma akut. Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat ‘ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tdk boleh saya kecolongan'” pungkasnya.
Meski direstui mundur oleh Prabowo, Nanik mengaku diminta tetap ikut mengawasi BGN.
“Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut,” tulisnya.


















Discussion about this post