Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Tekankan Relevansi Qanun Asasi dalam Memperkuat Persatuan Bangsa Indonesia

snc4 by snc4
9 August 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Ketua MPR RI Ahmad Muzani

2
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menegaskan pentingnya penguatan Empat Pilar kebangsaan sebagai fondasi persatuan dan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikannya saat memberikan keynote speech dalam acara Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI ke-13, Prof. Dr. (H.C.) KH. Ma’ruf Amin, Pengurus Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, M.A., Akademisi, Prof. Yudi Latief, M.A., Ph.D., serta seluruh anggota Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).

BACAJUGA

Sukses Jangkau 30 Provinsi, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Berkomitmen Perluas Skala LKBB-PB Tahun 2027

Ketua MPR RI Buka Pameran Arsip Konstitusi, Ungkap Perjalanan Bangsa Sejak Kemerdekaan

Muzani menekankan bahwa pembahasan mengenai Qanun Asasi memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, khususnya dalam membangun kesadaran kebangsaan, menjaga persatuan, dan merawat keutuhan NKRI.

Gedung Nusantara V, kata Muzani, memiliki makna tersendiri karena terdapat sejarah panjang dalam perjalanan ketatanegaraan Indonesia, termasuk menjadi bagian dari proses pembahasan dan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Kalau hari ini kita membicarakan tentang Qanun Asasi, itu sesuatu yang sangat mendasar bagi perjuangan kita semua. Qanun Asasi ini sudah panjang lebar berbicara tentang bagaimana dasar-dasar perjuangan disusun dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menurut Muzani, gagasan Qanun Asasi yang dirumuskan para pendahulu Nahdlatul Ulama (NU) menunjukkan adanya kesadaran bahwa persoalan kebangsaan harus dijawab dengan pendekatan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai, semangat tersebut relevan dengan tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Persatuan tidak cukup dibangun hanya dengan kesamaan identitas, tetapi juga melalui kemampuan untuk merawat keberagaman dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bersama.

“Qanun Asasi menjadikan edukasi dan kesadaran sebagai solusi bagi problem umat. NU harus menjadi jaminan tentang persatuan dan menjadi kekuatan yang merangkul kekuatan-kekuatan minoritas,” katanya.

Muzani juga menyampaikan bagaimana para ulama dan tokoh NU pada masa perjuangan kemerdekaan memiliki perhatian besar terhadap masa depan negara. Menurutnya, perjuangan membangun Indonesia tidak hanya dilakukan melalui jalur fisik dan militer, tetapi juga melalui perjuangan politik dan pembangunan kesadaran kebangsaan.

Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa sejarah menunjukkan para ulama dan tokoh bangsa selalu berada di garis depan ketika negara menghadapi ancaman perpecahan maupun gangguan terhadap keutuhan pemerintahan.

Ia menyinggung berbagai dinamika politik dan pemberontakan pada dekade 1950-an sebagai salah satu contoh bagaimana para pendahulu bangsa berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan negara dari ancaman disintegrasi.

Muzani mengatakan, semangat Qanun Asasi dapat dipahami sebagai bagian dari filosofi perjuangan yang menempatkan persatuan, kebangsaan, dan keselamatan negara sebagai kepentingan bersama.

“Setiap ada ancaman terhadap negara, setiap ada ancaman perpecahan, NU selalu tampil di depan untuk membela bangsa dan negara. Ini adalah semangat filosofi yang begitu kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Muzani mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui penghayatan dan pengamalan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, Empat Pilar tidak boleh berhenti sebagai konsep, melainkan harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penguatan nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia harus beruntung karena memiliki bangsa yang dibangun di atas kesadaran untuk hidup bersama. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan itu, memperkuat fondasi kebangsaan, dan memastikan pembangunan nasional berjalan untuk seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Qanun Asasi sebagai landasan perjuangan dan budaya organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Menurutnya, Qanun Asasi lahir dari kesadaran para ulama untuk melakukan konsolidasi umat, membangun persatuan, dan memberikan arah perjuangan di tengah perubahan sosial, politik, dan keagamaan. Karena itu, Qanun Asasi tidak cukup hanya dipahami sebagai dokumen sejarah, tetapi harus diaktualisasikan dalam kehidupan organisasi dan kebangsaan.

“Yang kita perlukan bukan hanya organisasi sebagai struktur, tetapi organisasi sebagai sebuah peradaban yang dibangun di atas nilai,” ujarnya.

Abdul Hakim menilai tantangan abad ke-21, termasuk polarisasi politik dan disrupsi digital, membutuhkan penguatan nilai, bukan sekadar penyesuaian administratif. NU, kata dia, perlu bergerak dari rutinitas menuju inovasi, dari struktur menuju nilai, serta dari program menuju pelayanan dan kemaslahatan.

“Menghidupkan kembali Qanun Asasi bukan sekadar komunikasi visual, tetapi sebuah sistem nilai yang membentuk budaya organisasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai agama, pendidikan, kebangsaan, integritas, dan kebersamaan yang terkandung dalam warisan para pendiri NU. Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dalam membangun Indonesia menuju 2045.

Abdul Hakim berharap Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi menjadi momentum untuk membangkitkan kembali nilai-nilai perjuangan serta memperkuat persatuan.

Tags: Ahmad MuzaniKetua MPR RIQanun Asasi
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Presiden Prabowo Subianto perintahkan kaji soal usulan Ketua DEN Luhut (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Prabowo Perintahkan Kaji Soal Usulan Luhut Kerugian Negara Bukan Korupsi, Yusril: Dicocokan dengan Situasi Negara Saat Ini

by Feri Spt
26 October 2026

Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk mengkaji usulan...

Momen pertemuan Presiden Prabowo dan Gubernur URI, Minggu 25 Oktober 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Gubernur URI Sambangi Prabowo di Hambalang, Apa yang Dibahas?

by Feri Spt
26 October 2026

Suaranusantara.com- Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Marsekal TNI (Purn)...

Polresta Tangerang Siapkan Skema Antisipasi Kemacetan Arus Mudik

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Polda Metro Jaya Sasar Pengendara Lawan Arus hingga Pengguna Ponsel

26 October 2026
Kecelakaan Beruntun Mobil BYD

Kecelakaan Beruntun, Polisi Tetapkan Pengemudi Mobil BYD Tersangka

26 October 2026

Bahas RUU Perampasan Aset Saat Reses, Komisi III DPR Libatkan 20 Elemen Masyarakat

26 October 2026
Ibas

EBY Ajak Generasi Muda Kendal Berinovasi dan Manfaatkan Teknologi untuk Ciptakan Peluang Kerja

26 October 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

7 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

7 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

7 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

7 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Ibas
Nasional

Ibas Dorong UMKM dan Batik Kendal Naik Kelas, Perluas Akses Permodalan dan Pasar

by snc4
26 October 2026

Suaranusantara.com— Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, H. Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas),...

Wakil Ketua MPR RI Ibas

Ibas Dorong Santri Kendal Kuasai Ilmu Agama dan Keterampilan Kerja untuk Menjawab Tantangan Zaman

26 October 2026
Hindun Anisah

Badan Pengkajian MPR RI Serap Masukan Akademisi di UNDIP untuk Penyempurnaan PPHN

26 October 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat bicara soal OMC (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Akan Alokasikan Anggaran Buat Modifikasi Cuaca: OMC Turunkan Polusi, Masyarakat Happy

26 October 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal dugaan pelari JRF 2026 terobos barikade besi (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Angkat Bicara Soal Pelari JRF 2026 Diduga Terobos Barikade

26 October 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com