Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Hati-hati! Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Mengguyur, BBMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak Senin 7 September

Feri Spt by Feri Spt
7 September 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Ilustrasi peta sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi Senin 7 September 2026 (Instagram @fanybabyshop)

Ilustrasi peta sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi Senin 7 September 2026 (Instagram @fanybabyshop)

2
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Hujan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau masih terus terjadi hingga hari ini Senin 7 September 2026 di sejumlah wilayah. Hal ini berdasarkan perbaruan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II.

Sebelumnya, hujan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi sejak Minggu dini hari 6 September 2026 yang melanda di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu.

Akibat sebaran abu vulkanik tersebut, membuat kendaraan, barang-barang hingga lantai rumah terpapar debu tebal.

BACAJUGA

Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik, Pramono Anung Perpanjang PJJ di Jakarta sampai Kapan?

Prabowo Terima Laporan dari BNPB Soal Penanganan 4 Bencana, Fokus Pemulihan

Selain itu, abu vulkanik juga berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika memang harus keluar, maka diimbau menggunakan masker.

BBMKG mengatakan pada pukul 05.00 WIB menunjukkan abu bergerak ke arah berbeda pada lapisan atmosfer yang berbeda.

BBMKG menyatakan masih terdapat sebaran abu vulkanik yang dapat menurunkan kualitas udara dan jarak pandang. Pada ketinggian tertentu, abu juga berpotensi mengganggu penerbangan.

“Masih terdapat sebaran Abu vulkanik yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, serta pada ketinggian tertentu dapat mengganggu penerbangan,” tulis BBMKG Wilayah II dalam pembaruan Senin 7 September 2026.

Berdasarkan citra sebaran abu vulkanik yang dirilis pukul 05.00 WIB, abu terpantau bergerak menjauhi Gunung Anak Krakatau dengan pola berbeda sesuai ketinggiannya. Pada lapisan rendah hingga sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak ke arah tenggara hingga barat laut.

Sebaran ini mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta wilayah perairan di sekitarnya.

BBMKG menyebut keberadaan abu pada lapisan ini berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak.

Sementara itu, pada lapisan tinggi hingga sekitar 15,24 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat. Wilayah yang masuk dalam sebaran tersebut mencakup Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Pada ketinggian ini, abu terutama menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan karena berada pada ruang udara yang dapat dilalui pesawat.

BBMKG juga mencantumkan prakiraan sebaran abu untuk Flight Information Region (FIR) Jakarta yang berlaku pukul 03.30-06.30 WIB. Prakiraan tersebut menunjukkan tidak ada perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Ketinggian sebaran diperkirakan mencapai sekitar 4,57 km, dengan arah pergerakan ke barat laut dan kecepatan angin sekitar 5 knot atau 9 km/jam.

Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

Penyebab Abu Bergerak ke Arah Berbeda
Perbedaan arah tersebut bukan berarti abu dari dua letusan berbeda. Material vulkanik yang sama dapat mengikuti jalur berbeda ketika berada di ketinggian atmosfer yang berbeda.

Abu vulkanik terdiri dari partikel sangat halus hasil pecahan magma dan batuan saat erupsi. Partikel yang cukup kecil dapat terangkat tinggi ke atmosfer dan kemudian terbawa angin.

Masalahnya, arah angin tidak selalu sama pada setiap ketinggian. Di dekat permukaan, angin dapat bergerak ke satu arah, sementara beberapa kilometer di atasnya angin bergerak ke arah lain.

Karena itu, abu yang berada di lapisan rendah dapat menuju wilayah berbeda dibandingkan abu yang terangkat hingga puluhan ribu kaki.
Kondisi inilah yang membuat sebaran abu Anak Krakatau dapat mencakup wilayah yang luas di Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan secara bersamaan.

Sebelumnya, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu Anak Krakatau yang mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Lembaga tersebut mengintensifkan pemantauan 24 jam terhadap atmosfer, penerbangan, dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani sebelumnya menjelaskan bahwa arah pergerakan abu sangat dipengaruhi kondisi angin di berbagai lapisan atmosfer.

“Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,” kata Andri.

Perubahan arah ini juga menjelaskan mengapa peta sebaran abu harus terus diperbarui. Ketika arah atau kecepatan angin berubah, wilayah yang berpotensi terdampak juga dapat berubah.

Abu vulkanik pada lapisan tinggi menjadi perhatian khusus karena dapat membahayakan pesawat. Partikel abu yang masuk ke mesin jet dapat meleleh akibat suhu sangat tinggi di dalam mesin.

Material tersebut kemudian dapat menempel pada komponen mesin dan mengganggu aliran udara. Karena itu, keberadaan abu vulkanik di jalur penerbangan tidak bisa diperlakukan seperti awan atau debu biasa.

BMKG sebelumnya telah menerbitkan peringatan Significant Meteorological Information (SIGMET) untuk mendukung keselamatan penerbangan akibat sebaran abu Anak Krakatau.

Pada 6 September, sejumlah bandara juga sempat mengalami penutupan sementara akibat kondisi tersebut.

Sementara di daratan, perhatian lebih besar tertuju pada dampak abu terhadap kualitas udara dan jarak pandang.

Masyarakat di wilayah yang mengalami paparan abu dapat mengikuti pembaruan resmi BMKG dan Badan Geologi/PVMBG. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika beraktivitas di luar ruangan selama paparan abu masih berlangsung.

Pergerakan material vulkanik dapat berubah mengikuti aktivitas erupsi dan kondisi atmosfer. Karena itu, pembaruan citra satelit dan informasi meteorologi menjadi penting untuk mengetahui ke mana abu bergerak berikutnya.

Tags: Abu VulkanikBBMKGErupsiGunung Anak Krakatau
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Menkeu Purbaya respon rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung soal obligasi (Instagram @sewaktucom)
Nasional

Purbaya Tanggapi Soal Rencana Pramono Anung Mau Terbitkan Obligasi Daerah

by Feri Spt
8 September 2026

Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespon soal...

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lapor soal korperasi terlibat karhutla (Instagram @idnvoice)
Nasional

Kapolri Lapor Ada 8 Korperasi Terlibat Karhutla, Prabowo Minta Daftarnya

by Feri Spt
8 September 2026

Suaranusantara.com- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada sebanyak...

Presiden Prabowo soroti bencana yang terjadi Indonesia (Instagram @paltiwest)

Soroti Bencana di RI, Prabowo Buka Opsi Integrasikan Badan Geologi dan BMKG

8 September 2026
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bicara soal arahan Presiden Prabowo hadapi El Nino (Instagram @airlanggahartarto_official)

Prepare Hadapi El Nino, Prabowo Perintahkan Bantuan Beras Terpenuhi hingga Desember

8 September 2026
Orang dekat Presiden Prabowo Subianto, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan dalam siniar di kanal YouTube (Instagram @reformsyndicate)

Anak Buah Prabowo Klaim 73,5 Persen Bencana di RI Ada yang Orkestrasi

8 September 2026
Presiden Prabowo pimpin ratas melalui konferensi video Senin 7 September 2026 (YouTube @sekretariat presiden)

Tegas! Prabowo Minta Selidiki Kartutla, Dalam Waktu Singkat Disulap Jadi Kebun Sawit

8 September 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

6 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

6 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

6 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

6 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

6 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat
Nasional

Lestari Moerdijat: Kampus Inklusif Bukan Sekadar Regulasi, Tapi Gerakan yang Harus Segera Direalisasikan

by snc4
7 September 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa upaya mewujudkan kampus yang inklusif harus menjadi gerakan...

Wakil Ketua MPR RI HNW

Usia Satu Abad, HNW: Ponpes Gontor dan Alumni Jadi Bagian Sejarah Perjalanan Bangsa

7 September 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tanggapi rencana Presiden Prabowo ingin tambah anggaran untuk mitigasi bencana (Instagram @menkeuri)

Prabowo Mau Tambah Anggaran untuk Mitigasi Bencana, Purbaya: Kita Lihat Perhitungan BNPB

7 September 2026
Presiden Prabowo pimpin ratas melalui konferensi video Senin 7 September 2026 (YouTube @sekretariat presiden)

Prabowo Berencana Tambah Anggaran untuk Mitigasi Bencana: Harus Signifikan

7 September 2026
Ilustrasi peta sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi Senin 7 September 2026 (Instagram @fanybabyshop)

Hati-hati! Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Mengguyur, BBMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak Senin 7 September

7 September 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com