Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap cara jitu dalam mengatasi kemacetan Ibu Kota ke Wali Kota New York, Zohran Mamdani.
Hal itu disampaikan Pramono saat memenuhi undangan Wali Kota New York, Zohran Mamdani dalam acara Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 pada Jumat 18 September 2026. Kunjungan ini difokuskan untuk membahas berbagai solusi atas permasalahan perkotaan global.
Mulanya Mamdani menanyakan ke Pramono terkait cara jitu dalam menangani kemacetan Ibu Kota.
“Saya ingin tahu yang Anda katakan adalah masalah utama Jakarta adalah kemacetan, langkah apa yang Anda ambil untuk mengatasi kemacetan itu?” tanya Mamdani, Senin 21 September 2026.
Pramono menjelaskan bahwa kawasan metropolitan Jakarta memiliki populasi sekitar 42 juta jiwa berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain itu, sekitar 4 juta orang setiap hari melakukan perjalanan dari wilayah penyangga seperti Depok, Bogor, dan Bekasi menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Salah satu langkah yang dilakukan, kata Pramono, adalah membuka layanan Transjabodetabek yang tidak hanya melayani wilayah Jakarta, tetapi juga menghubungkan ibu kota dengan daerah penyangga.
“Pertama-tama saya membuka layanan bus Transjabodetabek, di mana bukan hanya melayani Jakarta, tapi zona penyangga,” ucapnya.
Pramono kemudian memaparkan berbagai moda transportasi publik yang tersedia di Jakarta, mulai dari Transjakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), Light Rail Transit (LRT), hingga Mass Rapid Transit (MRT).
Menurut Pramono, tingkat konektivitas transportasi publik Jakarta kini telah mencapai lebih dari 93%.
“Sekarang konektivitas Jakarta saat ini adalah lebih dari 93%,” kata dia.
Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut juga mencakup kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, dan anak-anak.
“Semuanya gratis untuk mereka,” imbuh Pramono.
Pernyataan tersebut menarik perhatian Mamdani yang kemudian memastikan apakah layanan tersebut benar-benar diberikan secara gratis.
“Gratis?” tanya Mamdani
“Gratis. Ini semua disubsidi oleh pemerintah Jakarta,” jawab gubernur Jakarta itu.
Mamdani kemudian kembali menanyakan apakah subsidi tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau pemerintah pusat.
“Pemerintah Jakarta atau pemerintah pusat?” tanya Mamdani lagi yang ingin memastikan.
“Pemerintah lokal, Jakarta,” respons Pramono.
“Itu luar biasa,” ujar Mamdani sembari menganggung-anggukan kepala.

















Discussion about this post