
Jakarta-SuaraNusantara
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz mengatakan, status Indra Liyono (40) selaku pemilik gudang dan pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya di Kosambi, Tangerang, Banten diumumkan Sabtu (28/10/2017).
Saat berita ini diturunkan, belum jelas status dari pemilik pabrik kembang api yang meledak dan terbakar hingga menewaskan sedikitnya 47 orang itu. Sebab penyidik masih memeriksa dan mendalami proses perizinan pabrik tersebut.
Indra Liyono sendiri langsung menjalani pemeriksaan begitu tiba dari Malaysia. Mulanya dia diperiksa di Mapolsek Teluk Naga, kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya pada Jumat (27/10/2017) siang.
“Saya sudah perintahkan Dirkrimum untuk segera memeriksa yang bersangkutan. Yang bersangkutan baru datang dari luar negeri semalam,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/10/2017).
Kapolda meminta publik bersabar terkait perkembangan penyelidikan musibah ini. “Dalam waktu 1×24 jam nanti kita akan ambil sikap, nanti secepatnya kita umumkan sama teman-teman,” ujar Kapolda.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan, Indra menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya siang hari ini. Dia membawa 12 dokumen perizinan sebagai bukti pendukung.
“Ada izin beroperasi, ada izin PT dia punya, NPWP, dia bawa,” ujar Argo.
Terkait tujuh saksi yang sudah diperiksa, dua merupakan warga yang melihat langsung kejadian ledakan di gudang kembang api Sisanya merupakan pegawai gudang pabrik petasan tersebut.
“Ada tujuh orang saksi yang sudah kami periksa, yang berkaitan dengan kasus tersebut. Mereka yang tahu. Ada dua orang saksi yang saat mereka bekerja samping rumah TKP dia melihat ada suatu kebakaran, itu kami periksa,” tutur Argo.
Pabrik mercon PT Panca Buana meledak dan terbakar pada pukul 09.00 Kamis (26/10/2017). Sementara petugas pemadam kebakaran baru tiba di lokasi pukul 10.30 dengan sebelas mobil pemadam. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.00 WIB.
Saat kebakaran membesar, kondisi gerbang pabrik terkunci. Namun warga sempat membobol tembok gudang untuk menyelamatkan para karyawan yang terjebak di dalam.
Berdasarkan data sementara ada 103 pekerja yang berada dalam pabrik tersebut. Sebanyak 47 di antaranya ditemukan tewas, sementara 46 orang lainnya mengalami luka-luka.
Penulis: Yono D

















