
Jakarta – SuaraNusantara
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mengharapkan pendidikan karakter anak harus dimulai dari keluarga, lingkungan, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasalnya, dengan pembentukan karakter anak sejak dini dapat membentuk karakter pelajar yang baik dan santun.
Banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh pelajar, perploncoan, tawuran, dan perbuatan asusila anak, terjadi karena kurangnya perhatian dari orang tua, pergaulan lingkungan yang tidak baik dan kurangnya perhatian tenaga pendidik akan perkembangan pelajar. Hal tersebut menjadikan pelajar mencari jati dirinya dari hal – hal yang baru, mulai dari televisi dan media sosial serta pergaulan lainnya.
“Pembentukan karakter anak harus dimulai sejak dini. Selain itu, tenaga pendidik harus memiliki metode dan sistem pendidikan yang komprehensif, bukan hanya teori pendidikan semata,” kata Ledia Hanifa Amaliah, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).
Ledia Hanifa menyatakan, tenaga pendidik harus bisa memiliki peran sebagai orang tua yang baik di sekolah, agar menjadi panutan dan contoh bagi para pelajar dalam pembentukan karakter anak. Selama ini, tenaga pendidik lebih mementingkan teori semata, sehingga membuar pelajar mengalami kejenuhan dan tidak jarang pula terjadi perbuatan kekeran terhadap pelajar bahkan sebaliknya, pelajar melakukan tindakan tidak terpuji terhadap tenaga pendidik.
“Guru jangan hanya menyampaikan teori semata, harus bisa memainkan peran sebagai orang tua di sekolah. Ini penting, agar tidak terjadi kejenuhan pelajar yang membuat pelajar meluapkan semuanya di luar sekolah,” tutup politisi PKS asal Jawa Barat tersebut. (Rokhim)
















