Suaranusantara.com – Google merupakan sebuah mesin pencari nomor satu yang paling banyak digunakan masyarakat dunia, khususnya bagi pengguna internet. Selain sebagai mesin pencari, Google juga memiliki banyak fitur tekhnologi yang paling mutakhir, termasuk algoritma dalam bisnis Google Ads.
Kendati demikian, Google pun ternyata masih memiliki kelemahan yang mendandakan bahwa sistem ini belum sempurna 100% dan masih memiliki celang yang rentan. Hal itulah yang berhasil ditemukan oleh seorang siswa SMK di Semarang bernama Abdullah Mudzakir.
Politisi Muda PDI Perjuangan, Rahajeng Widyaswari mengapresiasi prestasi Abdullah Mudzakir yang berhasil menemukan bug atau celah rentan dalam sistem Google. Menurut Ajeng, panggilan akrab Rahajeng Widyaswari, prestasi Abdullah Mudzakir itu layak mendapatkan apresiasi besar, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Kelebihan anak muda harus dirangkul dengan membukakan pintu dan ruang dimana mereka dapat diarahkan serta diikut sertakan untuk membangun bangsa dan negara kita khususnya dalam bidang teknologi,” ujar Ajeng.
Ajeng yang merupakan anak dari Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, menambahkan bahwa dirinya berharap agar pemerintah, khususnya pemerintah daerah lebih mampu menggali dan jeli melihat potensi anak muda dan membukakan ruang seluas-luasnya dalam mengembangkan potensi anak muda Indonesia.
“Saya sebagai anak muda tentunya sangat kagum atas prestasi Abdullah Mudzakir yang lagi-lagi membuktikan bahwa anak muda Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuannya,” papar perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPN REPDEM Bidang Seni Budaya dan Olah Raga ini.
Diketahui sebelumnya telah diberitakan bahwa seorang siswa kelas 12 SMKN 8 Kota Semarang, Abdullah Mudzakir berhasil menemukan bug atau celah rentan dalam sistem Google. Berkat keberhasilannya tersebut, Abdullah Mudzakir diberi hadiah sebesar USD 5.000 atau setara Rp 75 juta rupiah oleh pihak Google.
“Ini seperti sayembara untuk menemukan bug di Google, beberapa perusahaan memang mengadakan sayembara menemukan bug dan yang berhasil diberikan hadiah. Ini sebenarnya sudah lama sih (sejak-red) tahun 2021 awal sayembaranya. Alhamdulillah berhasil setelah mencoba beberapa kali,” ujar Dzakir, panggilan akrab Abdullah Mudzakir kepada detikJateng, dikutip (6/3/2023).(ADT)


















Discussion about this post