Suaranusantara.com – Pasca beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk kedalam daftar nama calon wakil presiden Ganjar Pranowo, dikabarkan bahwa Partai Demokrat tengah menunggu pertemuan bersejarah dengan PDI Perjuangan.
Jika terwujud, pertemuan itu akan dipimpin oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani bersama sejumlah elit partai untuk menyambut rombongan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama rombongan elit partai.
Menanggapi isu tersebut, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan pihaknya sangat setuju dan merupakan kabar yang sangat bagus, karena pertemuan tersebut akan membangun kerjasama politik yang lebih besar.
“Bagus, kita memang mendorong kepada PDI Perjuangan, kami sebagai partai yang sudah sepakat untuk melakukan kerjasama politik ya agar kita bisa membangun kerjasama politik kekuatan yang lebih besar,” ujar Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono dikantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Minggu (11/6/2023).
Sebelumnya, Partai Demokrat dikabarkan memiliki rencana untuk bertemu dengan PDI Perjuangan secara formal. Banyak pihak termasuk dari internal partai Demokrat yang menyatakan bahwa itu merupakan sebuah kabar yang menggembirakan, mengingat hampir 20 tahun kedua partai tidak melakukan pertemuan formal.
“Ada sekitar hampir 20 tahun kita baru bisa bertemu lagi dengan PDI Perjuangan secara resmi. Ini suatu hal yang menggembirakan,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief, Minggu (11/6/2023).
Andi mengatakan, pertemuan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan dapat menjadi contoh baik dalam dunia politik untuk bisa menghadapi tantangan secara bersama-sama.
Andi berharap saat pertemuan Demokrat dengan PDI Perjuangan nanti tidak hanya sekadar membahas politik praktis, terutama soal capres-cawapres saja, melainkan untuk kemajuan bangsa Indonesia.
“Ide besarnya adalah ke-Indonesiaan kedepan yang harus kita bicarakan bersama,” ujarnya.
Andi menambahkan, dalam pertemuan Demokrat dan PDI Perjuangan nanti diharapkan tidak menimbulkan politik baper (bawa perasaan-red) hingga rasa dendam politik seperti dimasa sebelumnya.(ADT)


















Discussion about this post