Suaranusantara.com- Mendapat permintaan dari pihak UNRWA yang bersifat darurat untuk membantu dalam bidang kesehatan, Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina tahap dua. Bantuan yang diberikan berupa alat kesehatan non elektrik
Kepala Pusat Krisis Kesehatan di Kemenkes, Sumarjaya menyatakan, bahwa pihaknya mendapat permintaan dari UNRWA yang merupakan organisasi agensi penyalur PBB Untuk palestina. Dan hasil screening dan permintaan yang urgent dari pihak UNRWA ini ada 3,3 ton dengan volumenya untuk 2.400 paket.
Sambung dia, dan pengiriman pada Rabu, (22/11/2023) melalui Bandara Soekarno-Hatta merupakan tahap ke dua. Untuk yang tahap pertama pada (5/11/2023) sudah terkirim juga tersalurkan untuk warga Gaza Palestina dan ini hasil kerjasama Kementerian dan lembaga terkait.
“Untuk Item barang ini sudah hasil screening oleh UNRWA, barang-barang ini tidak dalam bentuk elektrik, karena di sana listrik sudah tidak ada, sehingga alat alat ini memudahkan kita melakukan tindakan di lapangan,” ungkap Sumarjaya kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, (22/11/2023) dini hari.
Menurut dia, contoh alat non elektrik yang akan membantu petugas medis di lapangan dan bukan di Rumah Sakit. Semisal ketika ada robek, pihaknya siapkan jarum suntik, jarum untuk menjahit, benangnya, plester, alkohol dan kain kasa.
“Selain alat kesehatan non elektrik kita juga membawa obat-obatan untuk warga yang terkena demam, ada obat panas, anti biotik getamixin, amoxilin. Total ada sekitar 18 item untuk hospital sunrise yang bisa dilakukan di luar RS,” jelasnya. (RD)


















Discussion about this post