Suaranusantara.com- Mahasiswa yang tergabung dalam gerakan ‘Mahasiswa Jakarta Bergerak’ membagikan selebaran kepada masyarakat di persimpangan lampu merah Grogol pada Kamis, 21 Desember 2023.
Selebaran tersebut berisi serangkaian poin yang menjadi tuntutan Mahasiswa Jakarta Bergerak setelah menggelar mimbar bebas di Tugu 12 Mei Reformasi, Universitas Trisakti.
Dalam pidatonya, Mahasiswa Jakarta Bergerak menegaskan bahwa distribusi selebaran tersebut merupakan upaya edukatif kepada masyarakat untuk lebih menyadari kondisi negara saat ini.
Baca Juga:Â Mahasiswa Jakarta Bergerak Demonstrasi di Lampu Merah Grogol hingga Bakar, ini Tuntutannya
“Kami ingin megedukasi kepada masyarakat tentang kondisi bangsa hari ini yang sangat memperihatinkan dan tentu tidak baik-baik saja” ujar Mahasiswa Jakarta Bergerak dalam orasinya.
“Gerkan menyelamatkan bangsa ini haruslah dilakukan oleh seluruh elemen baik mahasiswa dan masyarakat agar cita-cita indonesia makmur dapat diwujudkan bersama-sama” tambahnya
Sementara itu, Ketua GMNI Jakarta Selatan, Deodatus Sunda Se atau sering disapa Bung Dendy mengatakan jika pelaku sejarah reformasi yang dulu mencita-citakan Indonesia sebagai negara yang anti KKN, memperjuangkan supermasi hukum, menuntaskan pelanggaran HAM dan harga sembako yang murah kini menjadi anak durhaka bagi ibu pertiwi.
Baca Juga:Â Jusuf Kalla Mendukung Anies-Cak Imin, Kubu Prabowo-Gibran Tanggapi Santai
“Bayi reformasi justru mengubah wajah negeri penuh dengan kebiadaban dimana praktek KKN diselenggarakan dengan cara yang konspiratif dan dengan penuh nafsu keserakahan” ujar Bung Dendy
Tidak hanya itu, Bung Dendy juga menilai jika KKN di Indonesia hari ini berlangsung secara terstruktur, sistematis dan masif.
“Indonesia telah berubah menjad negara kleptokrasi dan plutokrasi di bawah kendali oligarki. Praktik demokrasi liberal hanya menghasilkan politik berbiaya tinggi yang memberi karpet merah pada kuasa kapital” lanjutnya
“Reformasi telah dibajak sejak kelahirannya. Tidak hanya kejahatan KKN, para aktor pelanggar HAM di masa Orde Baru pun masih menari-nari di panggung politik kekuasaan tanpa tersentuh hukum. Kewarasan nalar kemanusiaan dinistakan ketika kepastian hukum tidak lagi memberi rasa keadilan kepada mereka para korban kejahatan HAM” lanjutnya.
Baca Juga:Â Gibran Rakabuming Raka Siap Hadapi Debat Cawapres dengan Strategi Antisipasi
Aksi di lampu merah Grogol tersebut mengalami kepadatan lalu lintas. Tampak Mahasiswa Jakarta Bergerak masih bertahan hingga saat ini dilokasi untuk menyuarakan tuntutannya.
Meskipun mengalami kepadatan lalulintas, aksi yang masih berlangsung itu tampak kondusif mengingat sejumlah anggota kepolisian melakukan penjagaan.

















Discussion about this post