SuaraNusantara.com–Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi hasil sejumlah lembaga survei yang menempatkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di urutan terakhir.
Puan mempertanyakan hasil survei tersebut dan menilai bahwa itu merupakan tantangan bagi Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud untuk terus bekerja semaksimal mungkin.
“Walaupun itu menjadi tantangan kami untuk tetap bersemangat dengan mengevaluasi hasil survei yang ada dan kami optimis insyaallah,” kata Puan usai menghadiri Harlah PPP ke-51 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 27 Januari2024.
Baca Juga: Hasto Minta Masyarakat Gunakan Gawai Untuk Lawan Kecurangan Pemilu 2024
Sementara itu, Hasto Kristyanto menilai bahwa banyak lembaga survei yang hanya mementingkan pesanan dari yang memesan survei. Ia mengatakan bahwa lembaga survei tersebut digunakan sebagai alat pemenangan yang hanya mementingkan pesan sponsor dari para pemodal.
“Maka, rakyat menjadi pemilih yang belum menyampaikan ketika ditanya siapa pilihannya, tetapi dalam hatinya itu adalah Ganjar-Mahfud,” kata Hasto.
Hasto menjelaskan bahwa masyarakat sudah cerdas dalam memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik. Ia juga mengatakan bahwa rakyat tidak suka dengan pemimpin yang emosional.
Baca Juga:Dampingi Ganjar Kampanye Akbar di Sidoarjo, Puan Maharani Tegaskan Lawan Intimidasi
“Pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik keluarga yang baik, keluarga yang tidak emosional, pemimpin yang tidak pernah rekayasa hukum, itulah yang akan dipilih oleh rakyat,” kata Hasto.
Hasto juga melihat fenomena masyarakat yang ditanya oleh lembaga survei enggan menyebutkan pilihan mereka. Ia menilai bahwa hal tersebut terjadi karena masyarakat sudah memahami bahwa hasil lembaga survei tersebut akan direkayasa.
“Rakyat ingin suaranya dihargai, suaranya tidak diperjualbelikan. Apalagi pasangan 02 ternyata didukung lebih 30 persen yang dikatakan penyumbang perekonomian nasional. Artinya, kekuatan rakyat akan berhadapan dengan kekuatan oligarki sehingga dari hasil-hasil lembaga survei kemudian banyak yang tidak percaya,” kata Hasto.
Selain itu, Hasto mengklaim bahwa rakyat memberikan sentimen positif terhadap Ganjar dan Mahfud, terutama usai debat capres dan cawapres beberapa waktu lalu.
“Tetapi, yang kami yakini Ganjar-Mahfud memiliki sentimen positif yang sangat tinggi setelah debat Pak Prabowo menyampaikan emosinya, kemudian Mas Gibran menyampaikan cara-cara tidak etis kepada dua senior NU.,” kata Hasto.
“Ini kemudian menimbulkan suatu reaksi indikatif apalagi intimidasi dipastikan tidak akan berhasil mempengaruhi cara rakyat dalam memilih pemimpin yang merakyat,” pungkasnya.


















Discussion about this post