Suaranusantara.com– Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan menyebut statement Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan berkampanye merupakan upaya untuk meredam pelanggaran moral dan etika
Halili menyebut, upaya peredaman itu dilakukan usai kekuatan sipil baik dari kampus hingga guru besar mulai bersuara terkait pelanggaran-pelanggaran moral dan etika pemerintahan Jokowi.
“Jadi statemen presiden dia tidak akan berkampanye, itu sebenarnya upaya untuk meredam apa yang selama ini berlangsung di publik. Semua sudah keluar kok, kekuatan sipil di kampus, mahasiswa, guru besar dan CSO semuanya sudah gerak,” kata Halili saat diwawancarai usai kegiatan diskusi publik bertema ‘Darurat Kejahatan Pemilu’ di Sadjoe Cafe and Resto, Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (07/02/2024).
Selain itu, lanjut Halili, upaya peredaman tersebut juga dilakukan setelah banyaknya gerakan publik untuk tidak memilih pasangan Capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Publik dan nitizen saya rasa juga sama, dengan mereka misalnya bikin gerakan empat jari, asal bukan 02. Itu gerakan yang saya rasa Presiden akan hitung-hitung itu, dan upaya untuk meredam itu adalah membuat statemen,” lanjutnya.
“Tapi melihat data, kecil presiden untuk tidak melanjutkan gerakan-gerakannya dalam rangka memenangkan paslon yang menjadi dukungan politiknya,” sambungnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menegaskan dirinya tidak akan berkampanye meskipun diperbolehkan oleh Undang-Undang pemilihan umum (Pemilu).
Hal itu diungkapkan Jokowi, saat memberikan keterangan pers di Sumatera Utara yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, pada Rabu (07/02/2024).
Jokowi menyebut, pernyataan yang sebelumnya dilontarkan olehnya tersebut, hanya menunjukkan bahwa Presiden diperbolehkan untuk berkampanye berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
“Yang bilang siapa? ini saya ingin menegaskan kembali pernyataan saya sebelumnya bahwa Presiden memang diperbolehkan UU untuk kampanye, dan juga sudah pernah saya tunjukkan bunyi aturannya,” kata Jokowi.
“Pertanyaannya apakah saya akan kampanye? Saya jawab tidak, saya tidak akan berkampanye,” tegasnya. (IF)


















Discussion about this post