Suaranusantara.com – Hari ini, Bandara Singkawang di Kalimantan Barat telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Dalam pembangunannya dari tahun 2019 sampai 2023, bandara ini menghabiskan dana sekitar Rp 427 miliar.
Dana tersebut berasal dari kombinasi anggaran negara sebesar Rp 272 miliar dan kontribusi CSR dari pengusaha lokal sejumlah Rp 155 miliar.
Dalam pidato peresmiannya, Presiden Jokowi mengapresiasi keterlibatan pengusaha seperti Sugianto Kusuma dari Agung Sedayu Group dalam proyek KPBU ini.
“Saya menyampaikan terima kasih karena jika pola ini (KPBU) bisa dilakukan di banyak bandara atau pelabuhan maka akan mempercepat pembangunan infrastuktur di tanah air kita. Orang-orang dari kabupaten atau provinsi dapat turut berpartisipasi pada daerahnya masing-masing,” ujar Jokowi.
Beliau berharap model pembiayaan serupa dapat diterapkan di proyek infrastruktur lain untuk mempercepat pembangunan nasional.
“Kita harapkan ini akan mempercepat mobilitas orang, mempercepat mobiltas barang, mempercepat mobilitas logistik dari dan ke Singkawang dan kita harapkan nanti akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru,” imbuhnya.
Bandara baru ini memiliki landasan pacu yang cukup untuk Airbus 320 dan terminal dengan kapasitas 335.800 penumpang per tahun, yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas orang dan barang di Singkawang.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyatakan bahwa desain bandara terinspirasi dari gunung-gunung di sekitarnya dan nama Singkawang yang berarti kota perbukitan dekat laut.
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan tersebut.


















Discussion about this post