Suaranusantara.com- Anggota DPR RI Marinus Gea sebut jika kehadiran UMKM merupakan sektor yang harus dilindungi karena memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi Nasional.
Hal itu disampaikan oleh Marinus Gea saat hadir dalam acara talk show di Auditorium Saba Karya Universitas Insan Pembangunan Indonesia, Selasa 4 Juni 2024.
Menurut Marinus Gea, pada tahun 2023, sebanyak 66 juta tercatat sebagai pelaku usaha UMKM.
“Kontribusi UMKM mencapai 61 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, setara Rp9.580 triliun. UMKM menyerap sekitar 117 juta pekerja atau 97 persen dari
total tenaga kerja, dan menghimpun 60,4 dari total investasi” ujar Marinus Gea dalam sambutannya
Baca Juga:Â Ribuan Pelaku UMKM di Lebak Belum Kantongi Sertifikat Halal
“Pelaku usaha UMKM di Provinsi Banten baru sekitar 1 juta unit usaha” katanya
Meskipun UMKM dinilai sangat penting, namun Marinus Gea juga sebut jika kedepan banyak tantangan yang sangat kompleks dihadapi pelaku UMKM.
“Pertama, tantangan pasar yang semakin kompetitif dan disruptif, lalu perubahan paradigma bisnis yang dipicu oleh perkembangan teknologi digital dan belum meratanya akses, infrastruktur, serta keterampilan SDM para pelaku UMKM” tuturnya
Dalam mengtasi hal itu, politisi PDIP Marinus sebut jika perlu kolaborasi dari berbagai pihak termasuk perguruan tinggi.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, maka diperlukan kolaborasi dan kemitraan antara UMKM, Perguruan Tinggi, Bank, Dunia Industri, dan stakeholeders lainnya. Salah satunya melalui upaya peningkatan literasi keuangan digital dan pemanfaatan teknologi bagi UMKM” kata Marinus
Tidak hanya itu, Marinus juga sebut bahwa literasi keuangan digital menjadi kunci utama bagi UMKM yang ingin mengoptimalkan potensi teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, pemasaran, dan menciptakan model bisnis baru.
Baca Juga:Â UMKM Beri PDB Indonesia Sebanyak 61%, Jokowi Bangga
“Dengan peningkatan aksesibilitas melalui teknologi digital, UMKM dapat memanfaatkan literasi keuangan digital untuk mengelola keuangan secara efektif di lingkungan digital, termasuk dalam pembayaran elektronik, perbankan online, dan ecommerce” kata anggota DPR RI Komisi XI itu.
“Inovasi berbasis keuangan digital, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang melalui ekspansi pasar, diversifikasi produk, dan investasi yang
cerdas. Di sinilah, kemudian pentingnya peningkatan kemampuan manajerial para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis inovasi UMKM berbasis keuangan
digital” tambahnya.
Marinus Gea kemudian singgung soal peningkatan kemampuan manajerial melalui pengembangan inovasi UMKM berbasis keuangan digital yakni dengan menciptakan ekosistem digitilisasi, pendampingan dan kemauan.
“Penciptaan ekosistem digitalisasi untuk mendorong percepatan transformasi digital bagi para pelaku UMKM. Kemudian pelatihan dan pendampingan literasi keuangan digital
bagi Pelaku UMKM sehingga lahir pelaku UMKM yang berkompeten dalam kepemimpinan digital, skil manajerila dan jejaring sosial” jelas dia
“Dan terakhir adalah tekad dan kemauan yang kuat dari para pelaku UMKM untuk melakukan transformasi usaha digital. Terlebih saat ini dukungan pemerintah dan regulasi
membuka ruang yang sangat positif bagi pengembangan UMKM. Salah satunya pemerintah menetapkan tarif PPh final 0,5% dan PPN 0% untuk pajak ekspor” lanjutnya
Diakhir, Marinus Gea berharap agar talk show yang ia hadiri itu, dapat bermanfaat bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kemampuan manajerialnya.
“Saya berharap banyak manfaat yang diperoleh oleh kita semua, khususnya bagi Para Pelaku UMKM dalam rangka peningkatan kemampuan manajerial melalui pengembangan inovasi UMKM berbasis keuangan digital” tutup Marinus Gea


















Discussion about this post